Langgam.id — Desminar (29), ibu dari bayi laki-laki korban dugaan penganiayaan ayah kandung di Kota Padang, mengaku selama ini hanya menerima nafkah sekitar Rp100.000 per pekan dari suaminya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Perempuan asal Kepulauan Mentawai itu kini mendampingi anak keduanya yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang akibat dugaan kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri.
Saat ditemui, Senin (18/5/2026), Desminar tampak duduk di atas kasur rumah sakit sambil menggendong bayinya. Wajahnya terlihat pucat dengan mata cekung.
Menurut Desminar, suaminya, Dhanil (29), bekerja sebagai tukang baja ringan dengan penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 setiap kali mendapat pekerjaan. Namun, uang yang diberikan kepada keluarga disebut hanya sekitar Rp100.000 dalam sepekan.
Jumlah tersebut, kata dia, kerap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Kadang kami cuma minum air putih supaya bisa tahan lapar,” ujarnya.
Ia mengaku pernah menahan lapar selama dua hingga tiga hari bersama anak laki-lakinya yang kini menjadi korban dugaan penganiayaan.
Ketika persediaan makanan habis, Desminar mengatakan dirinya terpaksa meminta bantuan kepada keluarga untuk mendapatkan beras agar tetap bisa memberi makan anak-anaknya.
“Kalau sudah tidak tahan, saya minta beras ke keluarga,” katanya.
Desminar juga mengaku selama empat tahun menjalani pernikahan, dirinya kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Sering dipukul bagian kepala, punggung, ditonjok juga,” ujarnya.
Menurut Desminar, perlakuan suaminya terhadap kedua anak mereka juga berbeda. Anak pertama yang perempuan disebut masih sering diperhatikan oleh ayahnya, sedangkan bayi laki-lakinya justru kerap menjadi sasaran kekerasan.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap bayi tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Sementara itu, kondisi korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (HER)






