Desakan Mahasiswa ke Kapolda Sumbar Irjen Djati: Berantas Tambang Ilegal hingga Mafia BBM

Irjen Djati Wiyoto. (Foto: Humas Polda Kaltara)

Irjen Djati Wiyoto. (Foto: Humas Kaltara)

Langgamid – Sejumlah mahasiswa menitipkan sejumlah pekerjaan rumah kepada Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, setelah resmi jabat Kapolda Sumatra Barat (Sumbar). Mereka berharap kepemimpinan baru di institusi kepolisian di Sumbar ini, mampu memprioritaskan pemberantasan tambang ilegal, narkoba dan mafia BBM.

Formatur HMI Cabang Padang, Maichel Firmansyah, menilai persoalan pertambangan emas ilegal dan peredaran narkoba harus menjadi prioritas utama yang segera diselesaikan.

“Kapolda barh harus menyelesaikan permasalahan PETI, peredaran narkoba, apalagi baru ini adanya temuan pabrik narkoba di Kota Padang,” katanya Selasa (7/7/2026).

Maichel mengatakan, pemberantasan tambang ilegal tidak boleh berhenti pada penindakan di lapangan saja, tetapi harus menyentuh pembeking maupun menjadi pemodal aktivitas tersebut.

“Kapolda mesti berani menindak oknum atau pihak yang melakukan beking terhadap tambang ilegal. Penyelesaian harus menyentuh pada perbuatan nyata, bukan hanya membakar atau sidak ke lokasi, tetapi sampai ke akarnya agar menjadi efek jera bagi pelaku beking dan pemodal pertambangan ilegal,” ujarnya.

Selain itu, Maichel juga meminta kapolda memberi perhatian serius terhadap pemberantasan narkoba dan mafia BBM. Karena menurutnya, narkoba mengancam generasi muda, sedangkan praktik mafia BBM membutuhkan pengawasan khusus agar distribusi bahan bakar tepat sasaran.

“Kapolda juga mesti memprioritaskan masalah BBM di Sumbar dengan membentuk tim khusus agar distribusi BBM tepat sasaran, sebab di tengah publik sudah menjadi rahasia umum adanya mafia BBM,” katanya.

Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Padang, Nova Ramadhani, menilai pekerjaan rumah paling mendesak bagi kapolda baru, mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, melalui penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tidak diskriminatif.

“Hal yang paling mendesak adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi dengan adanya penegakan hukum yang tegas, berkeadilan, transparan, serta tidak diskriminatif,” ujarnya.

Kemudian Nova menegaskan pemberantasan tambang ilegal, narkoba, dan mafia BBM harus menjadi prioritas. Ia berharap Kapolda baru memiliki keberanian membongkar aktor intelektual, di balik tambang ilegal.

“Kami juga berharap institusi dapat menjalankan tugasnya dengan penuh keberanian dan tidak pandang bulu serta menindak tegas dengan proses hukum yang terbuka agar institusi mendapat kepercayaan publik kembali,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

Kapolda Sumbar Buka Turnamen Tenis Eksekutif HUT ke-80 Bhayangkara
Kapolda Sumbar Buka Turnamen Tenis Eksekutif HUT ke-80 Bhayangkara
Audiensi dengan Peradi Padang, Kapolda Sumbar Komit Berantas Tambang Ilegal dan Bersumpah Tak Akan Terima Upeti
Audiensi dengan Peradi Padang, Kapolda Sumbar Komit Berantas Tambang Ilegal dan Bersumpah Tak Akan Terima Upeti
Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar mengagendakan pemeriksaan saksi korupsi UIN Padang.
Walhi Beri Rapor Merah Kejati Sumbar, Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kejahatan Lingkungan
Irjen Djati Wiyoto. (Foto: Humas Polda Kaltara)
Kapolda Sumbar Ancam Pecat Anggotanya yang Terlibat Narkoba: Tidak Ada Toleransi! 
Hasil Ungkap Kasus Sebulan, Polda Sumbar Musnahkan 9 Kg Sabu dan 60 Kg Ganja
Hasil Ungkap Kasus Sebulan, Polda Sumbar Musnahkan 9 Kg Sabu dan 60 Kg Ganja
Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dan 25 orang lainnya masih tertimbun di lokasi tambang emas di Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti,
Sungai Kampar Tercemar Diduga Akibat Tambang Emas Ilegal di Hulu Sumbar