Hadapi Lebaran 2025, Polresta Padang Siapkan 402 Personel dan 13 Pos Pengamanan

Wakapolresta Kota Padang AKBP Rully Indra Wijayanto mengungkapkan bahwa kedatangan perantau dalam jumlah besar diprediksi terjadi

Rapat Koordinasi Lintas Sektor Operasi Ketupat Singgalang 2025 di Polresta Padang. [foto: infopublik.id]

Langgam.id – Wakapolresta Kota Padang AKBP Rully Indra Wijayanto mengungkapkan bahwa kedatangan perantau dalam jumlah besar diprediksi terjadi di tahun ini. Hal tersebut menurutnya akan memicu potensi kerawanan.

“Menghadapi ini perlu sinergi yang kuat dengan banyak pihak, perlu juga ada rekayasa lalu lintas, dan lainnya dalam menghadapi arus kedatangan para perantau,” ujar Rully dilansir dari infopublik.id, Rabu (19/3/2025).

Menghadapi Lebaran tahun ini, terang Rully, pihaknya menyiapkan ratusan personel. Sebanyak 402 personel disiapkan.

“Kita siapkan ratusan personil dan sejumlah pos pengamanan,” terang Rully saat Rapat Koordinasi Lintas Sektor Operasi Ketupat Singgalang 2025 di Polresta Padang.

Ia merinci jumlah personel yang mengamankan Lebaran tahun ini. Sebanyak 167 personel Kepolisian disiapkan serta 235 personel yang terdiri dari Satpol PP, TNI, maupun pihak kesehatan.

“Kita siapkan 13 pos pengamanan yang terdiri dari 5 pospam, 7 pos pelayanan, serta satu pos terpadu,” bebernya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra mengatakan bahwa nanti saat Lebaran, kota lain akan sepi, sementara jumlah pendatang di Padang akan membeludak.

Oleh karena, pihaknya siap untuk menyambut para perantau yang datang ke Kota Padang saat Lebaran nanti.

Chandra mengungkapkan, ramainya Kota Padang saat lebaran nanti menandakan Kota Padang sedang dikunjungi. Menjadi hal yang wajar ketika itu nanti.

“Keramaian yang terjadi saat Lebaran nanti tandanya kita sedang dikunjungi banyak orang,” bebernya.

Chandra mengatakan, potensi terjadinya kriminalitas dan bencana cukup tinggi pada saat Lebaran nanti. Seluruh pihak diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para tamu yang datang.

“Masalah ketenteraman, kenyamanan dan ketertiban tidak saja menjadi tanggungjawab kepolisian, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab kita semua,” kata Chandra. (*/yki)

Baca Juga

Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Cerita Tetangga Ambil Paksa Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung di Padang: Saya Menangis, Jejak Luka Banyak
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan 
Pemberian nama merupakan salah satu hal yang penting yang dilakukan oleh orang tua kepada buah hatinya yang baru lahir. Apalagi nama ini juga berkaitan dengan dokumen kependudukan.
Kasus Kekerasan Bayi 2 Tahun di Padang, Polisi Sebut Dipicu Faktor Ekonomi dan Alkohol
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Dianiaya Ayah Kandung Selama 1 Bulan, dari Sundutan Rokok hingga Gigitan
Massa aksi membakar ban dan menutut keadilan kematian Karim di Balai Kota. (Foto: Fajar Hardiansyah/Langgam.id)
Tuntutan Massa Aksi Kasus Kematian Karim: Copot Kepala Satpol PP Padang, Polisi Usut Tuntas