Guru Besar UNAND: Investasi Gizi Sejak Dini Kunci Wujudkan Generasi Emas 2045

Langgam.id – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas (UNAND), Prof. Dr. Helmizar, S.K.M., M.Biomed., menegaskan bahwa investasi pada pemenuhan gizi sejak awal kehidupan menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Prof. Helmizar, persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan stunting, tetapi juga mencakup triple burden of malnutrition, yakni stunting, kelebihan gizi, dan defisiensi mikronutrien. Karena itu, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fase paling krusial yang menentukan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kognitif, hingga produktivitas seseorang pada masa depan.

Ia menilai upaya pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi sektor kesehatan. Diperlukan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan penelitian, inovasi, kebijakan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.

Salah satu kontribusi yang telah dikembangkannya adalah riset jangka panjang mengenai pemanfaatan dadih, pangan fermentasi khas Sumatera Barat, sebagai pangan fungsional.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa suplementasi dadih, terutama yang dikombinasikan dengan zink pada ibu hamil, mampu memperbaiki status gizi ibu, meningkatkan sistem imun ibu dan bayi, serta mendukung pertumbuhan anak.

“Bahkan, hasil pemantauan hingga usia dua tahun memperlihatkan kecenderungan prevalensi stunting yang lebih rendah pada kelompok yang memperoleh intervensi tersebut,” ujar Prof. Helmizar, Senin (29/6/2026).

Tidak berhenti pada penelitian, Prof. Helmizar juga mendorong hilirisasi hasil riset melalui pengembangan berbagai produk pangan berbasis dadih dan sorgum. Produk tersebut antara lain tepung dadih, minuman probiotik, roti, puding, hingga makanan pendamping ASI (MPASI).

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi jembatan antara hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri, sekaligus memperkuat kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal.

Selain aspek gizi, Prof. Helmizar juga menyoroti pentingnya pola pengasuhan anak. Ia menyebut pendekatan Manjujai, kearifan lokal masyarakat Minangkabau dalam memberikan stimulasi kepada anak, terbukti mampu mendukung perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial emosional.

“Hal ini menunjukkan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh kecukupan gizi, tetapi juga dipengaruhi kualitas pengasuhan dalam keluarga,” katanya. (HER)

Tag:

Baca Juga

UNAND Mulai Komersilkan Penggunaan Auditorium, Anak Rektor Jadi Penyewa Pertama
UNAND Mulai Komersilkan Penggunaan Auditorium, Anak Rektor Jadi Penyewa Pertama
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
7.602 Maba Ikuti BAKTI UNAND 2026, Rektor: Harus Dijawab dengan Karya dan Kontribusi
7.602 Maba Ikuti BAKTI UNAND 2026, Rektor: Harus Dijawab dengan Karya dan Kontribusi
Mahasiswa KKN UNAND Edukasi Siswa SD di Padang Sibusuk tentang Pencegahan Cacingan
Mahasiswa KKN UNAND Edukasi Siswa SD di Padang Sibusuk tentang Pencegahan Cacingan
Lewat IORA, Civitas Akademika UNAND Diminta Aktif Riset dan Diplomasi
Lewat IORA, Civitas Akademika UNAND Diminta Aktif Riset dan Diplomasi
Sambut Mahasiswa Baru, Rektor UNAND Tekankan 7 Pilar Menuju Generasi Unggul
Sambut Mahasiswa Baru, Rektor UNAND Tekankan 7 Pilar Menuju Generasi Unggul