UNAND Dampingi UMKM Emping Melinjo Lohong Perkuat Produksi dan Pemasaran

Langgam.id – Universitas Andalas (UNAND) melalui tim dosen lintas disiplin mendampingi pelaku UMKM Emping Melinjo di Kelurahan Lohong, Kota Pariaman, dalam meningkatkan kapasitas produksi hingga memperluas pemasaran melalui platform digital.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026 yang berlangsung selama enam bulan, Juli hingga Desember 2026.

Program mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Lokal melalui Integrasi UMKM Emping Melinjo dan Pariwisata Berbasis Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital di Kelurahan Lohong Kota Pariaman.”

Kegiatan ini didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAND dengan pendanaan dari DPPM UNAND Tahun 2026.

Tim PkM diketuai Adila Adisti, S.E., M.Ec. dari Departemen Ekonomi. Ia didampingi Haznam Putra, S.T., M.T. dari Departemen Teknik Mesin, Dr. Roni Ekha Putera, S.IP., M.PA. dari Departemen Administrasi Publik, serta Ika Sari Wahyuni Td, S.E., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Akuntansi.

Pendampingan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat untuk memetakan persoalan sekaligus potensi pengembangan usaha emping melinjo di Lohong. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kelompok UMKM Emping Melinjo Lohong.

“Emping melinjo sudah lama diproduksi masyarakat Lohong dan punya potensi untuk dikembangkan. Kami ingin produk ini memiliki identitas yang kuat, pengelolaan usaha yang lebih baik, dan pasar yang lebih luas,” kata Adila.

Dari sisi produksi, tim memberikan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pengolahan, yakni mesin sangrai, mesin tumbuk, dan mesin sealer. Pelaku usaha juga mendapat pendampingan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi.

Haznam mengatakan peralatan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan pelaku usaha agar proses produksi menjadi lebih efektif.

“Mesin sangrai dan mesin tumbuk membantu proses pengolahan, sedangkan sealer membuat pengemasan produk lebih rapi dan membantu pekerjaan yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual,” ujarnya.

Tak hanya menyentuh proses produksi, pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat pemasaran produk.

Emping Melinjo Lohong kini memiliki logo dan desain kemasan baru serta akun Instagram yang digunakan sebagai media promosi. Pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan fotografi produk dan pembuatan konten untuk mendukung pemasaran melalui media digital.

Ika mengatakan identitas produk menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan UMKM karena dapat membantu konsumen mengenali produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

“Logo dan kemasan membuat produk lebih mudah dikenali, sementara media sosial membuka peluang untuk memperkenalkan Emping Melinjo Lohong kepada konsumen yang lebih luas,” katanya.

Pengembangan usaha juga dikaitkan dengan potensi pariwisata di Kota Pariaman. Pelaku UMKM mendapatkan pelatihan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat serta pendampingan untuk menjadikan Emping Melinjo Lohong sebagai salah satu produk oleh-oleh khas daerah.

Roni mengatakan produk yang dihasilkan masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke suatu daerah.

“Emping Melinjo Lohong punya peluang untuk dikembangkan sebagai oleh-oleh yang membawa identitas daerah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain peningkatan produksi dan pemasaran, tim PkM juga mendampingi pelaku usaha dalam pengurusan hingga finalisasi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Hingga akhir program, kelompok UMKM Emping Melinjo Lohong telah memiliki sejumlah peralatan produksi, SOP, identitas dan kemasan produk, media promosi digital, serta legalitas usaha.

Adila berharap berbagai hasil pendampingan tersebut dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat setelah program berakhir.

“Program boleh selesai, tetapi usaha masyarakat harus terus berjalan. Yang kami harapkan, Emping Melinjo Lohong semakin dikenal dan dapat berkembang menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Pariaman,” katanya. (HER)

Tag:

Baca Juga

Orasi di UNAND, Wakil Jaksa Agung Dorong Paradigma Baru Penegakan Hukum
Orasi di UNAND, Wakil Jaksa Agung Dorong Paradigma Baru Penegakan Hukum
Dies Natalis ke-75, FH UNAND Luncurkan 56 Buku Karya Dosen
Dies Natalis ke-75, FH UNAND Luncurkan 56 Buku Karya Dosen
20 Mahasiswa The University of Osaka Belajar Budaya Minangkabau di Sijunjung
20 Mahasiswa The University of Osaka Belajar Budaya Minangkabau di Sijunjung
KI Pusat Dorong UNAND Jadi Motor Keterbukaan Informasi di Era AI
KI Pusat Dorong UNAND Jadi Motor Keterbukaan Informasi di Era AI
Wisuda IV 2026: UNAND Luluskan 2.498 Wisudawan, Prosesi Digelar 3 Hari
Wisuda IV 2026: UNAND Luluskan 2.498 Wisudawan, Prosesi Digelar 3 Hari
Wisuda UNAND, Kepala BRIN Ingatkan Lulusan: Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri
Wisuda UNAND, Kepala BRIN Ingatkan Lulusan: Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri