Gubernur Mahyeldi Dorong Pertanian Sumbar Berbasis Smart Farming

Langgam.id — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong transformasi sektor pertanian di daerah itu melalui penerapan teknologi dan konsep smart farming. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan pangan, sekaligus membantu mengendalikan inflasi.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri panen melon sekaligus meninjau pembangunan dan meresmikan screenhouse cabai modern Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis di Jorong Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (21/8/2026).

Mahyeldi mengapresiasi Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis yang telah mengembangkan komoditas hortikultura dengan memanfaatkan teknologi greenhouse dan screenhouse. Menurutnya, teknologi tersebut membuat proses produksi lebih terukur dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

“Dengan adanya greenhouse, petani tidak perlu lagi bersusah payah. Hujan maupun panas, kita tetap bisa panen. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita mengendalikan inflasi, khususnya harga cabai,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, kesinambungan produksi cabai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan komoditas dan mengendalikan gejolak harga. Hal itu semakin strategis di tengah tantangan perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu produksi maupun distribusi pangan.

“Dengan keberadaan greenhouse ini, kita harapkan panen tidak mengenal waktu sehingga harga cabai di Sumbar lebih terkendali,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, sektor pertanian Sumbar ke depan harus semakin modern, produktif dan berbasis teknologi. Menurutnya, penerapan smart farming juga dapat meningkatkan daya tarik pertanian bagi generasi muda.

“Pertanian yang kita hadirkan ke depan adalah smart farming. Pertanian yang cerdas, membutuhkan teknologi, bersih, dan menghasilkan produk yang sehat serta berkualitas,” ungkapnya.

Ia berharap screenhouse cabai modern di Agam dapat menjadi model yang direplikasi di daerah lain. Dengan sistem produksi yang lebih terlindungi dan terukur, petani diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan.

Mahyeldi juga menekankan bahwa pengembangan pertanian tidak cukup hanya berfokus pada produksi. Hilirisasi dan pemasaran perlu diperkuat agar hasil pertanian memiliki nilai tambah serta akses pasar yang lebih luas.

“Kita akan dorong hilirisasi dan pemasaran. Kebetulan saya bertemu dengan alumni SMK 1 Bukittinggi yang merupakan seorang pengusaha. Insyaallah ini bisa kita sinergikan untuk membantu pemasaran produk petani,” tuturnya.

Menurutnya, persoalan pemasaran, termasuk hasil sortiran, perlu dicarikan solusi melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan dan kelompok tani.

“Semoga ini menjadi kesuksesan kita dalam menghadirkan kolaborasi dan sinergi untuk memajukan pertanian, menjawab permasalahan inflasi, khususnya cabai dan komoditas lainnya, serta mendorong generasi milenial untuk bertani di Sumatera Barat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi secara resmi meresmikan screenhouse cabai modern Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis. Ia menilai fasilitas tersebut merupakan wujud kolaborasi berbagai pihak dalam membangun pertanian Sumbar yang modern dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Agam Benny Warlis mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pengembangan sektor pertanian di daerahnya. Menurutnya, keberadaan screenhouse modern dapat menjadi motivasi bagi petani muda untuk mengembangkan usaha pertanian berbasis teknologi.

“Apa yang kita lihat hari ini nyata di lapangan, bukan hanya seremonial. Ini fakta yang bisa kita saksikan dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk bergerak,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani Muaro Batang Gadis, Rizki Hamdi, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap pengembangan pertanian modern di kelompoknya.

Ia berharap pengembangan teknologi pertanian juga diikuti penguatan penanganan pascapanen dan pemasaran, terutama terhadap produk yang masuk kategori sortiran.

“Kendala kami saat ini adalah hasil pascapanen, terutama buah atau produk yang masuk kategori sortiran. Baik cabai, melon maupun hortikultura lainnya, sebagian hasil tersebut masih sulit kami pasarkan,” ujarnya. (HER)

Baca Juga

Gubernur Mahyeldi Sambut Sekjen Kemenag, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pendidikan di Sumbar
Gubernur Mahyeldi Sambut Sekjen Kemenag, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pendidikan di Sumbar
Momen HUT ke-81 RI, Gubernur Mahyeldi Akui Masih Banyak PR di Sumbar
Momen HUT ke-81 RI, Gubernur Mahyeldi Akui Masih Banyak PR di Sumbar
Lepas Merdeka Bike 81 Km, Gubernur Mahyeldi Ajak Generasi Muda Lebih Aktif Berolahraga
Lepas Merdeka Bike 81 Km, Gubernur Mahyeldi Ajak Generasi Muda Lebih Aktif Berolahraga
Hibah 7.000 Buku Tamil Jadi Pemantik Riset Sejarah Minangkabau, Mahyeldi: Jangan Biarkan Warisan Kita Hilang
Hibah 7.000 Buku Tamil Jadi Pemantik Riset Sejarah Minangkabau, Mahyeldi: Jangan Biarkan Warisan Kita Hilang
Pemprov Sumbar menyiapkan anggaran ratusan juta untuk pengadaan barang rumah tangga dan elektronik di rumah dinas gubernur
Bantuan Pusat Dihentikan, Gubernur Mahyeldi Pastikan Pembinaan Atlet Tetap Berjalan
Workshop Peningkatan Kompetensi Guru, Mahyeldi: Kunci Mencetak Generasi Unggul
Workshop Peningkatan Kompetensi Guru, Mahyeldi: Kunci Mencetak Generasi Unggul