Gubernur Mahyeldi Resmikan SPKLU Center Pertama di Sumbar

Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama di Sumbar di Kantor Pelayanan PLN SBU Regional Sumatera Bagian Tengah, Kamis (1/10/2026).

SPKLU Center tersebut dilengkapi lima unit ultra fast charging dengan kapasitas masing-masing 120 kilowatt (kW) atau total 600 kW. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung transisi energi bersih di Sumbar.

Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar mengapresiasi dukungan PLN dalam mempercepat pengembangan infrastruktur kelistrikan, termasuk menghadirkan SPKLU Center pertama di Sumbar.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan percepatan-percepatan dalam urusan kelistrikan. Di antaranya dengan hadirnya SPKLU Center yang pertama di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, pengembangan energi bersih menjadi salah satu perhatian Pemprov Sumbar. Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, pemerintah daerah juga mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan, seperti energi surya, panas bumi, dan energi air.

Mahyeldi menyebutkan, komitmen Sumbar terhadap lingkungan dan energi bersih juga mendapat dukungan dari berbagai pihak internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumbar menerima dukungan dari Norwegia sebesar 3,5 juta dolar AS untuk program terkait lingkungan dan energi bersih.

Selain itu, terdapat pula informasi mengenai dukungan Jerman melalui KfW.

“Semua ini mudah-mudahan menjadi bagian dari percepatan Green Province. Karena itu, dukungan dari PLN dan Kementerian ESDM sangat kita harapkan,” katanya.

Mahyeldi juga mengatakan Pemprov Sumbar telah menetapkan kebijakan agar setiap penggantian kendaraan dinas pemerintah diarahkan menggunakan kendaraan listrik.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan SPKLU Center dan gebyar pemotongan tambahan daya ini akan memberikan semangat dan kemudahan kepada kita di Sumatera Barat, sehingga energi hijau kemudian Sumbar hijau bisa kita implementasikan lebih cepat lagi yang akan memberikan kebaikan kepada kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan, peningkatan penggunaan kendaraan listrik harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya.

Menurutnya, kendaraan listrik berbasis baterai merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission 2060.

“Switching ke listrik menjadi salah satu strategi kita untuk mencapai Net Zero Emission tahun 2060, tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga rumah tangga dan sektor lainnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Sumbar saat ini telah memiliki 102 SPKLU, dengan sekitar 90 unit di antaranya merupakan milik PLN.

Berdasarkan rasio yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, satu SPKLU di Sumbar saat ini melayani sekitar enam kendaraan listrik. Sementara ketentuan yang ada menetapkan rasio satu SPKLU untuk 17 kendaraan.

“Artinya, peluang untuk memperbanyak kendaraan listrik masih cukup luas,” jelasnya.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan, SPKLU Center yang diresmikan tersebut menjadi salah satu fasilitas pengisian kendaraan listrik dengan kapasitas besar di Sumbar.

Selain SPKLU Center, PLN juga memberikan program diskon 50 persen untuk pemasangan baru dan tambah daya listrik khusus di Sumbar selama dua minggu.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan PLN dalam momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat.

Arsyadany menyebutkan, hingga Agustus 2026 terdapat lebih dari 580 kendaraan listrik di Sumbar. Sementara secara nasional, PLN telah memiliki lebih dari 3.200 lokasi SPKLU dengan transaksi sekitar 700.000 per bulan.

“Yang paling penting bukan seberapa banyak charger yang dibangun, tetapi seberapa banyak fasilitas ini memberikan manfaat bagi masyarakat di Sumatera Barat,” katanya. (HER)

Baca Juga

Wacana Ganti Nama BIM, Gubernur Mahyeldi: Belum Ada Usulan Sampai ke Pemprov
Wacana Ganti Nama BIM, Gubernur Mahyeldi: Belum Ada Usulan Sampai ke Pemprov
Gubernur Sumbar Mahyeldi
HUT ke-81 Sumbar, Mahyeldi Ungkap 35 Indikator Pembangunan Masih Perlu Dikebut
Gubernur Mahyeldi Setuju Pembangunan Dermaga Pengaman untuk Nelayan Tiku
Gubernur Mahyeldi Setuju Pembangunan Dermaga Pengaman untuk Nelayan Tiku
Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Mahyeldi: Jangan Sia-siakan Kesempatan
Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Mahyeldi: Jangan Sia-siakan Kesempatan
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kesiapan Mentawai jadi Tuan Rumah Porprov 2026
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kesiapan Mentawai jadi Tuan Rumah Porprov 2026
Gubernur Mahyeldi Usulkan Kota Padang Jadi Tuan Rumah IORA 2027
Gubernur Mahyeldi Usulkan Kota Padang Jadi Tuan Rumah IORA 2027