Langgam.id – Wacana perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin belum sampai ke meja Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah.
Mahyeldi mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar hingga kini belum menerima usulan resmi dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terkait rencana perubahan nama bandara tersebut.
“Kalau sampai sekarang, belum ada usulan yang sampai kepada kita,” kata Mahyeldi, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, karena usulan tersebut belum disampaikan secara resmi, ia belum dapat memberikan tanggapan mengenai rencana pergantian nama BIM.
“Bagaimana kita menanggapinya kalau belum sampai ke tempat kita,” ujarnya.
Mahyeldi juga belum memastikan apakah rencana tersebut sudah masuk dalam pembahasan resmi atau masih sebatas wacana di tingkat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
“Entah sudah resmi atau bagaimana, yang jelas sampai sekarang belum sampai,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berencana mengusulkan perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin.
Nama Syekh Burhanuddin merujuk pada ulama yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam di Minangkabau. Makam Syekh Burhanuddin berada di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. (HER)






