Gempa Magnitudo 4,1 di Bukittinggi, BMKG: Akibat Sesar Sumatra Segmen Sianok

Langgam.id – Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 terjadi di Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar). Gempa itu berada di kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatra segmen Sianok,” kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Irwan Slamet, Senin (21/6/2021).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07.47 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 0.38 Lintang Selatan, 100.31 Bujur Timur atau 10 kilometer barat daya Bukittinggi.

“Guncangan gempabumi ini dirasakan di Bukittinggi III-IV MMI, Agam, Padang Panjang, Tanah Datar III MMI, dan Padang Pariaman dan Payakumbuh II MMI,” ujar Irwan.

Hingga pukul 09.56 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Masyarakat diminta tak terpengaruh pada isu liar terkait gempa ini.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Irwan.(*/Ela)

Tag:

Baca Juga

Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel 
Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel 
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat, hingga saat ini ada 32 titik panas atau hotspot tersebar di Sumbar.
BMKG Catat 2 Titik Panas Kategori Sedang Hari Ini
BMKG prediksi sejumlah daerah di Sumbar berpotensi diguyur hujan
Prakiraan Cuaca: Hujan Meluas di Sumbar Hari Ini
Prakiraan Cuaca: Sejumlah Wilayah Sumbar Berpotensi Hujan Hari Ini
Prakiraan Cuaca: Sejumlah Wilayah Sumbar Berpotensi Hujan Hari Ini
51 Sirine Peringatan Dini Tsunami Terpasang di 7 Daerah Sumbar, 2 Unit Tak Aktif!
51 Sirine Peringatan Dini Tsunami Terpasang di 7 Daerah Sumbar, 2 Unit Tak Aktif!
BMKG Sebut Udara Padang Kabur Akibat Hotspot di Provinsi Tetangga
BMKG Sebut Udara Padang Kabur Akibat Hotspot di Provinsi Tetangga