BMKG Sebut Udara Padang Kabur Akibat Hotspot di Provinsi Tetangga

Langgam.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengungkapkan udara kabur di Kota Padang dipengaruhi partikel polutan asap  dari wilayah selatan dan tenggara Sumbar.

Prakirawan BMKG Minangkabau, Jeni Adrian, mengatakan arah angin saat ini bergerak dari selatan dan tenggara. Kondisi tersebut memungkinkan partikel dari wilayah yang memiliki banyak titik panas terbawa menuju Sumatra Barat.

“Udara yang terlihat kabur di wilayah Sumatra Barat merupakan kiriman dari wilayah tenggara dan selatannya Sumbar,” kata Jeni kepada Langgam.id Minggu (23/8/2026).

Kata Jeni, kondisi tersebut sejalan dengan banyaknya hotspot di wilayah Jambi dan Sumatra Selatan. Hingga pukul 11.00 WIB, Jambi tercatat memiliki 138 titik kategori kuning dan dua titik kategori merah.

Sementara itu, Sumatra Selatan memiliki 693 titik kategori kuning dan 42 titik kategori merah. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan titik panas yang terdeteksi di Sumatra Barat.

“Hal ini juga sejalan dengan pergerakan angin untuk saat ini dari selatan dan tenggara. Wilayah Jambi dan Sumatra Selatan sudah terdapat banyak titik api,” ujarnya.

Di Sumatra Barat sendiri, BMKG mendeteksi tujuh titik panas hingga pukul 11.00 WIB. Seluruhnya berada di Kabupaten Dharmasraya dan masuk kategori kuning.

Jeni mengatakan tujuh titik tersebut mulai terdeteksi sekitar pukul 01.51 WIB. Namun, BMKG belum dapat memastikan apakah lokasi tersebut merupakan kawasan hutan atau ladang masyarakat.

“Kami tidak bisa memastikan wilayahnya hutan atau ladang masyarakat,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) KLHK yang terpantau, konsentrasi PM2.5 berada di angka 43, sedangkan PM10 tercatat 14

Jeni mengatakan kondisi tersebut diperkirakan berangsur membaik ketika hujan terjadi. Hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara.

“Diperkirakan akan berangsur membaik seiring terjadinya hujan,” tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi kondisi udara yang terlihat kabur. Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi BMKG.

“Himbauan bagi masyarakat tidak perlu panik atau cemas, tetap pantau informasi resmi dari BMKG,” ujarnya.

Baca Juga

Kapolda Sumbar Irjen Jawari
LHKPN KPK, Kapolda Sumbar Jawari Terakhir Lapor Kekayaan Tahun 2011
Kabut Asap Riau
Kabut Asap Selimuti Sumbar, BMKG Sebut Kiriman dari Sumsel dan Jambi
Waspada Gelombang Tinggi, BMKG Prediksi Capai 4 Meter di Perairan Pagai
Waspada Gelombang Tinggi, BMKG Prediksi Capai 4 Meter di Perairan Pagai
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru