<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 13:14:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Imam Bonjol: Mohon Waktu Tim Investigasi</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-peluru-nyasar-di-unp-kodam-imam-bonjol-mohon-waktu-tim-investigasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 13:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Komando Daerah Militer (Kodam) XX Tuanku Imam Bonjol, menyatakan tim investigasi masih terus bekerja untuk memperoleh fakta valid kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP). Dalam insiden ini, dua orang korban terluka terkena proyektil peluru.   Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq menegaskan, TNI tidak akan lepas tangan terhadap peristiwa ini. Investigasi secara kolaboratif bersama kepolisian masih dilakukan.&#160;&#160; &#8220;Kami tidak lepas tanggung jawab. Saat ini semua kemungkinan masih didalami. Kami memohon waktu kepada masyarakat agar tim investigasi dapat bekerja secara maksimal, mendapatkan fakta yang&#160; valid,&#8221; katanya saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).&#160; Taufiq mengungkapkan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-peluru-nyasar-di-unp-kodam-imam-bonjol-mohon-waktu-tim-investigasi/">Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Imam Bonjol: Mohon Waktu Tim Investigasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Komando Daerah Militer (Kodam) XX Tuanku Imam Bonjol, menyatakan tim investigasi masih terus bekerja untuk memperoleh fakta valid kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP). Dalam insiden ini, dua orang korban terluka terkena proyektil peluru.  </p>



<p>Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq menegaskan, TNI tidak akan lepas tangan terhadap peristiwa ini. Investigasi secara kolaboratif bersama kepolisian masih dilakukan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami tidak lepas tanggung jawab. Saat ini semua kemungkinan masih didalami. Kami memohon waktu kepada masyarakat agar tim investigasi dapat bekerja secara maksimal, mendapatkan fakta yang&nbsp; valid,&#8221; katanya saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).&nbsp;</p>



<p>Taufiq mengungkapkan, sebanyak 10 saksi telah dimintai keterangan. Mereka di antaranya mahasiswa, satpam hingga personil yang melakukan latihan tembak. Kemudian, sejumlah data dan fakta di lapangan masih perlu diverifikasi.</p>



<p>&#8220;Untuk tim investigasi bersifat internal. Yang tim eksternal dengan Polda Sumbar untuk olah TKP,&#8221; ungkapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia menjelaskan, sampai saat ini baru satu proyektil yang berhasil ditemukan. Proyektil itu yang berhasil dikeluarkan dari paha kiri korban. Sementara yang satu proyektil lagi, masih dalam proses pencarian oleh tim investigasi.</p>



<p>&#8220;Saat ini baru satu proyektil yang berukuran sembilan milimeter sudah kami dapatkan. Tim masih terus melakukan pencarian dan pendalaman terhadap proyektil lainnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-peluru-nyasar-di-unp-kodam-imam-bonjol-mohon-waktu-tim-investigasi/">Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Imam Bonjol: Mohon Waktu Tim Investigasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248693</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kodam Imam Bonjol Beberkan Kondisi Terkini Korban Peluru Nyasar di UNP</title>
		<link>https://langgam.id/kodam-imam-bonjol-beberkan-kondisi-terkini-korban-peluru-nyasar-di-unp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 12:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248690</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kondisi dua korban peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP), mulai berangsur membaik dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo Padang. Satu korban yakni mahasiswi berinisial N, telah selesai menjalani operasi.  Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq mengatakan, proyektil peluru yang sempat bersarang di paha kiri korban berhasil dikeluarkan. Ukuran proyektil peluru sembilan milimeter.  &#8220;Korban perempuan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kondisinya stabil dan sudah didampingi oleh keluarga selama masa pemulihan,&#8221; ujar Taufiq saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026). Korban pria berinisial G, kata Taufiq, kondisinya sudah menunjukkan perkembangan positif. Ia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kodam-imam-bonjol-beberkan-kondisi-terkini-korban-peluru-nyasar-di-unp/">Kodam Imam Bonjol Beberkan Kondisi Terkini Korban Peluru Nyasar di UNP</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Kondisi dua korban peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP), mulai berangsur membaik dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo Padang. Satu korban yakni mahasiswi berinisial N, telah selesai menjalani operasi. </p>



<p> Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq mengatakan, proyektil peluru yang sempat bersarang di paha kiri korban berhasil dikeluarkan. Ukuran proyektil peluru sembilan milimeter. </p>



<p>&#8220;Korban perempuan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kondisinya stabil dan sudah didampingi oleh keluarga selama masa pemulihan,&#8221; ujar Taufiq saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).</p>



<p>Korban pria berinisial G, kata Taufiq, kondisinya sudah menunjukkan perkembangan positif. Ia mengalami luka pada bagian tangan. </p>



<p>&#8220;Korban tidak lagi memerlukan tindakan operasi. Kondisinya berangsur pulih setelah mendapatkan penanganan medis,&#8221; ungkapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Taufiq menambahkan, hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung. Tim terus melakukan pencarian proyektil lain yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Penyebab pasti dan asal proyektil masih dalam tahap pendalaman. Mohon tunggu hasil investigasi resminya,&#8221; pungkasnya. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kodam-imam-bonjol-beberkan-kondisi-terkini-korban-peluru-nyasar-di-unp/">Kodam Imam Bonjol Beberkan Kondisi Terkini Korban Peluru Nyasar di UNP</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248690</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Tambang Emas Ilegal yang Menelan Korban Jiwa di Sijunjung Naik Sidik, Bakal Ada Tersangka?  </title>
		<link>https://langgam.id/kasus-tambang-emas-ilegal-yang-menelan-korban-jiwa-di-sijunjung-naik-sidik-bakal-ada-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 11:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248687</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan dalam kasus longsor tambang emas ilegal yang menelan korban jiwa di Nagari Guguk, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar). Sembilan orang dinyatakan meninggal dalam insiden tersebut.  Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose mengatakan, peningkatan status kasus dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.&#160;&#160; &#8220;Perkara ini sudah melalui proses gelar perkara. Dan saat ini, kami sudah menaikkan statusnya ke tahap penyidikan,&#8221; ujarnya dihubungi Langgam.id, Rabu (3/6/2026). Hendra mengungkapkan dalam gelar perkara, penyidik menemukan adanya dugaan unsur pidana. Sehingga, status kasus ditetapkan masuk ke tahap penyidikkan.&#160;&#160; Hanya saja,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-tambang-emas-ilegal-yang-menelan-korban-jiwa-di-sijunjung-naik-sidik-bakal-ada-tersangka/">Kasus Tambang Emas Ilegal yang Menelan Korban Jiwa di Sijunjung Naik Sidik, Bakal Ada Tersangka?  </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Polisi menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan dalam kasus longsor tambang emas ilegal yang menelan korban jiwa di Nagari Guguk, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar). Sembilan orang dinyatakan meninggal dalam insiden tersebut. </p>



<p>Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose mengatakan, peningkatan status kasus dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Perkara ini sudah melalui proses gelar perkara. Dan saat ini, kami sudah menaikkan statusnya ke tahap penyidikan,&#8221; ujarnya dihubungi Langgam.id, Rabu (3/6/2026).</p>



<p>Hendra mengungkapkan dalam gelar perkara, penyidik menemukan adanya dugaan unsur pidana. Sehingga, status kasus ditetapkan masuk ke tahap penyidikkan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Hanya saja, ia belum membeberkan apakah bakal ada tersangka atau tidak dalam tragedi maut tersebut.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Yang jelas kasus sudah naik ke sidik,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, Wali Nagari Guguk, Zainal, mengakui sejumlah warganya telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian. Termasuk dirinya, juga sempat memberikan keterangan sebagai saksi.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya sendiri perangkat nagari juga dipanggil polisi,&#8221; katanya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Zainal menyebut, pihaknya sepenuhnya menyerahkan proses kasus ini ke kepolisian. Begitupun jika ada warganya nanti ditetapkan sebagai tersangka.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kasus ini kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian,&#8221; imbuhnya. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-tambang-emas-ilegal-yang-menelan-korban-jiwa-di-sijunjung-naik-sidik-bakal-ada-tersangka/">Kasus Tambang Emas Ilegal yang Menelan Korban Jiwa di Sijunjung Naik Sidik, Bakal Ada Tersangka?  </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248687</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Massa Demo di Kantor Gubernur dan Polda, Desak Copot Dua Kadis di Pemprov Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/puluhan-massa-demo-di-kantor-gubernur-dan-polda-desak-copot-dua-kadis-di-pemprov-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 09:20:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk Rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248682</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Puluhan demonstran yang mengatasnamakan komunitas masyarakat korban banjir bandang unjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan Polda Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/6/2026).  Massa mendesak Gubernur Sumbar, Mahyeldi, untuk mencopot Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar.   Koordinator aksi, M. Nur Revanza mengatakan, tuntutan ini muncul karena kedua instansi tersebut dinilai tidak optimal dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusakan lingkungan, khususnya praktik illegal logging dan illegal mining yang diduga terjadi di Sumbar.&#160;&#160; Menurutnya, aktivitas ilegal itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Diduga, juga menjadi salah satu faktor memperparah kerusakan lingkungan yang berdampak pada bencana banjir bandang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/puluhan-massa-demo-di-kantor-gubernur-dan-polda-desak-copot-dua-kadis-di-pemprov-sumbar/">Puluhan Massa Demo di Kantor Gubernur dan Polda, Desak Copot Dua Kadis di Pemprov Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Puluhan demonstran yang mengatasnamakan komunitas masyarakat korban banjir bandang unjuk rasa di depan Kantor Gubernur dan Polda Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/6/2026). </p>



<p>Massa mendesak Gubernur Sumbar, Mahyeldi, untuk mencopot Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar.  </p>



<p>Koordinator aksi, M. Nur Revanza mengatakan, tuntutan ini muncul karena kedua instansi tersebut dinilai tidak optimal dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusakan lingkungan, khususnya praktik illegal logging dan illegal mining yang diduga terjadi di Sumbar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Menurutnya, aktivitas ilegal itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Diduga, juga menjadi salah satu faktor memperparah kerusakan lingkungan yang berdampak pada bencana banjir bandang pada akhir tahun 2025.</p>



<p>&#8220;Kami meminta pemerintah bertindak tegas terhadap aktivitas perusakan lingkungan yang masih terjadi. Masyarakat sudah merasakan dampaknya dan tidak ingin kejadian serupa kembali terulang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan agar aktivitas tambang ilegal di segera diberantas.&nbsp;</p>



<p>Massa juga meminta aparat penegak hukum, mengusut pihak yang diduga menjadi pendana maupun pelindung kegiatan ilegal tersebut. Lima tuntutan massa sebagai berikut:</p>



<p>1. Menghentikan seluruh aktivitas illegal logging dan illegal mining di wilayah Sumbar. </p>



<p>2. Menangkap pihak-pihak yang menjadi pendana dalam aktivitas pembalakan liar.</p>



<p>3. Mengusut tuntas keterlibatan oknum yang diduga terlibat dalam praktik illegal logging dan illegal mining.&nbsp;</p>



<p>4. Mencopot Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan lingkungan secara maksimal.</p>



<p>5. Mendesak pemerintah segera mencairkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana, serta merealisasikan program revitalisasi lingkungan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang. <strong>(WAN)</strong> </p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/puluhan-massa-demo-di-kantor-gubernur-dan-polda-desak-copot-dua-kadis-di-pemprov-sumbar/">Puluhan Massa Demo di Kantor Gubernur dan Polda, Desak Copot Dua Kadis di Pemprov Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248682</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Intimasi Lintas Generasi: Antara Einstein, Kooders, Carson, Arung dan Saya</title>
		<link>https://langgam.id/intimasi-lintas-generasi-antara-einstein-kooders-carson-arung-dan-saya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Syafrizaldi Aal Jpang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 09:17:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248683</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Yah, bagaimana rasanya 50 tahun?” tanya Arung dalam perjalanan kami di Banda Aceh, pertengahan Mei 2026 yang lalu. Pertanyaan sederhana yang menyasar langsung ke jantung saya. Saya menatapnya, lalu mulai mereka-reka apa yang mestinya disampaikan. Ingatan saya terlempar dua hari kebelakang, sebuah telepon dari Padang mengingatkan, tahun ini Kelompok Mahasiswa Mencintai Alam Fakultas Pertanian Universitas Andalas (KOMMA FP-UA) akan merayakan ulang tahun ke 50, Juli 2026 ini. Ditambah pertanyaan Arung, ini menjadi dua hal yang mungkin kebetulan, tapi menjadi takdir saya untuk merenungkannya lebih dalam. Juli, mengingatkan saya pada banyak hal. Jauh sebelum KOMMA FP-UA berdiri, masih di bulan Juli</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/intimasi-lintas-generasi-antara-einstein-kooders-carson-arung-dan-saya/">Intimasi Lintas Generasi: Antara Einstein, Kooders, Carson, Arung dan Saya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>“Yah, bagaimana rasanya 50 tahun?” tanya Arung dalam perjalanan kami di Banda Aceh, pertengahan Mei 2026 yang lalu. Pertanyaan sederhana yang menyasar langsung ke jantung saya.</p>



<p>Saya menatapnya, lalu mulai mereka-reka apa yang mestinya disampaikan. Ingatan saya terlempar dua hari kebelakang, sebuah telepon dari Padang mengingatkan, tahun ini Kelompok Mahasiswa Mencintai Alam Fakultas Pertanian Universitas Andalas (KOMMA FP-UA) akan merayakan ulang tahun ke 50, Juli 2026 ini. Ditambah pertanyaan Arung, ini menjadi dua hal yang mungkin kebetulan, tapi menjadi takdir saya untuk merenungkannya lebih dalam.</p>



<p>Juli, mengingatkan saya pada banyak hal. Jauh sebelum KOMMA FP-UA berdiri, masih di bulan Juli pada penggalan ke 22 tahun 1912, seorang naturalis, Sijfert Hendrik Koorders, bersama rekan-rekannya, ilmuwan, ahli botani, dan pemilik perkebunan swasta, serta beberapa tokoh penting di Hindia Belanda, mereka mendirikan Nederlandsch–Indische Vereeniging tot Natuurbescherming (NIVN/Asosiasi Perlindungan Alam Hindia Belanda).</p>



<p>Kooders sendiri menjelang usia 50 tahun kala itu. Apakah ini sebuah kebetulan yang tertunda, atau memang takdir mempertemukan saya dengan pertanyaan Arung, tepat disaat KOMMA FP-UA akan merayakan 50 tahun kelahirannya?</p>



<p>50 tahun pasca pembentukan NIVN, The Silent Spring hadir sebagai bacaan wajib para pencinta lingkungan dan konservasi alam di Dunia. Buku karya Rachel Carson telah merubah cara pandang manusia terhadap lingkungan hidup. Di dalam karyanya, Carson membeberkan bahaya penggunaan bahan kimia Diklorodifeniltrikloroetana (DDT). Pada Perang Dunia II, DDT digunakan oleh tentara dan masyarakat umum untuk membatasi penyebaran penyakit malaria dan riketsia. Riketsia sendiri merupakan kelompok penyakit infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan serangga.</p>



<p>“Lagi-lagi 50. Ada apa dengan angka ini Rung?” tanya saya. Kali ini, Arung yang menatap, dia justru menunggu jawaban.</p>



<p>Albert Einstein, kata Arung, mempertahankan disertasi doktoralnya di Universitas Zurich pada tahun 1905. 50 tahun kemudian, Einstein meninggal dunia di New Jersey, Amerika Serikat. “Itu juga jaraknya 50 tahun,” tandasnya. Sementara saya masih tercenung memikirkan apa rasanya menjadi 50.</p>



<p>Bagi saya, seseorang yang berusia 50 tahun bukan lagi waktu dimana dia mencari jati diri. 50 tahunan adalah masa dimana dia mestinya sudah berpikir tentang legasi, regenerasi dan relevansi. Dia tentunya sudah sangat mengerti dirinya, mengetahui kekuatan dan kelemahannya, serta memahami apa yang benar-benar penting dalam hidup.</p>



<p>Seperti Kooders, dia hidup dimana perlindungan alam dan konservasi belum menjadi arus utama. Di masa itu, orang-orang hanya melihat hutan di Hindia Belanda hanya sebagai sumber kayu, lahan Perkebunan dan komoditas ekonomi saja.</p>



<p>Namun Kooders melihatnya berbeda. Baginya, hutan bernilai intrinsik yang bersandar pada kekayaan nilai, diversitas alami serta modal ekologis yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hutan. Hutan tak akan mungkin dihitung hanya dalam kacamata ekonomi, dan hutan bersifat selamanya dimana generasi mendatang dapat turut menikmatinya.</p>



<p>Sementara Carson mewariskan pandangan kritis atas situasi lingkungan yang dinamis. Dia berhadapan dengan dunia yang serba instan, cepat dan moral lingkungan yang tergerus. Carson harus meniti ombak kepercayaan semu dimana orang-orang percaya bahwa teknologi selalu membawa kebaikan, dan pestisida dianggap sebuah kemajuan. Dalam konteks ini, Rachel Carson menyelipkan pesan: kemajuan tanpa etika adalah ancaman masa depan.</p>



<p>Layaknya Kooders dan Carson, KOMMA FP-UA juga telah mengalami beragam dinamika sepanjang 50 tahun berdiri. Lembaga ini telah turut menyumbang orang-orang yang memiliki semangat dan kesadaran seperti Kooders dan Carson.</p>



<p>Banyak orang melihat mereka sebagai tokoh konservasi. Tapi bagi saya, mereka adalah pendidik lintas generasi. Pohon mungkin bisa mati, program dan proyek-proyek konservasi juga bisa berakhir, namun nilai-nilai akan terus hidup.</p>



<p>Pada titik inilah KOMMA FP-UA memainkan perannya sebagai organisasi. Organisasi ini tak hanya bicara soal eksistensi, dan bekerja senyap menitiskan nilai-nilai positif untuk alam dan lingkungan kita.</p>



<p>Maka pertanyaan bagi semua warga KOMMA FP-UA hari ini adalah, warisan seperti apa yang akan ditinggalkan untuk organisasi ini, setidaknya untuk 50 tahun berikutnya?</p>



<p>“50 tahun itu terasa seperti tanggung jawab yang belum selesai, Rung,” ucap saya. Dia menanti lanjutan kalimat saya. Ya, bahwa tanggung jawab manusia di usia 50 sama halnya dengan tanggung jawab organisasi di usia yang sama.</p>



<p>Membangun organisasi yang sudah 50an tahun, mestinya bukan hanya sekedar mengembangkan aktivitas. Di usia ini, organisasi harusnya telah mulai matang dalam sistem pengetahuan, telah menjadi pusat pembelajaran, mewariskan tradisi intelektual, mengembangkan nilai-nilai organisasi, tanpa meninggalkan mekanisme kaderisasi.</p>



<p>“Jangan seperti Einstein Yah, walau dia tak pernah terlibat langsung Manhattan Project. Suratnya kepada Presiden Franklin Roosevelt tahun 1939 telah membuka mata Amerika. Tapi setelah perang, dia menyesal karena dia sendiri tidak pernah mendukung penggunaan senjata atom untuk menghancurkan manusia,” papar Arung.</p>



<p>Saya sependapat dengan Arung. Supaya penyesalan tak datang kemudian, usia 50 mestinya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai, termasuk integritas, keberpihakan pada masyarakat dan konservasi, keberanian, kecintaan terhadap alam, tanggung jawab antar generasi serta keadilan sosial.</p>



<p>Maka KOMMA FP-UA mestinya telah menjelma menjadi sekolah bagi para pemimpin muda. Para anggota dapat meneruskan semangat Kooders dan Carson, membangun sistem yang terintegrasi antara anggota aktif yang masih mendulang ilmu di kampus dengan anggota kehormatan yang telah selesai masa perkuliahannya.</p>



<p>Tapi kita selalu akan dihadapkan pada satu tantangan, dimana anak muda sudah tak lagi berminat menjadi pecinta alam, bukan? Saya kira itu hanya mitos. Coba lihat berapa banyak organisasi pecinta alam yang mati, lalu bandingkan dengan berapa banyak orang yang berselfi di jalur pendakian gunung, bandingkan dengan anak-anak muda yang masih terus bersuara di media sosial, bandingkan dengan mereka yang masih bersusah-susah menanam pohon. Jumlah mereka banyak sekali.</p>



<p>Karenanya, organisasi seperti KOMMA FP-UA harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi zaman. Kooders dan Carson adalah orang-orang yang merombak zamannya, lalu kenapa kita tidak? Organisasi pecinta alam terlalu asyik dengan rapat-rapat Panjang, struktur yang terlalu mengekang dan birokrasi organisasi yang kaku. Kita tertinggal di abad 20.</p>



<p>Sementara anak muda masa sekarang, tidak. Mereka hidup di abad 21. Mereka lebih antusias dengan gerakan, kerja-kerja komunitas, proyek-proyek singkat, kampanye dan aksi nyata. Mereka bukan orang orang yang anti organisasi, tapi mereka anti terhadap organisasi yang tidak relevan.</p>



<p>“Tepat sekali Yah,” kata Arung.</p>



<p>Usia 50 KOMMA FP-UA tentu masih relevan melakukan transfer pengalaman ketimbang transfer informasi. Calon-calon pemimpin di masa depan tak perlu lagi diberi informasi, mereka sudah punya artificial intelligent, serta berbagai platform digital. Yang mereka butuhkan adalah transfer pengalaman yang mungkin tidak tergantikan semisal pengalaman lapangan, nilai keteladanan, jejaring sosial dan kebijaksanaan.</p>



<p>Kedepan, KOMMA FP-UA tentunya dapat membangun platform digital pengetahuan. Misalnya, sejarah organisasi yang terdokumentasi, arsip-arsip yang sudah disimpan dalam platform digital, video wawancara para senior, serta data base pengalaman setiap anggota.</p>



<p>Kecuali itu, organisasi ini sudah saatnya mendukung program mentoring. Mungkin ide ini terdengar kuno, tapi program inilah yang justru dapat menjawab persoalan transfer nilai-nilai yang tadi saya sebutkan. Dengan demikian, hubungan antar generasi menjadi terkunci. Namun hal ini tentu juga perlu disepakati, para senior yang menjadi mentor tak harus melulu tenggelam dalam nostalgia heroiknya di masa lalu. Karena setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya.</p>



<p>Dukungan proyek-proyek nyata jangka pendek dari beragam organisasi lain sangat membantu KOMMA FP-UA selama ini. Jadi, metode-metode seperti ceramah sudah layak ditinggalkan, diganti dengan aksi-aksi yang lebih banyak melibatkan peran anak-anak muda, atau anggota aktif. Ini akan menjadi ruang inovasi yang menghormati kreativitas anak muda.</p>



<p>“Kalau orang tua terlalu kaku, anak-anak akan pergi. Tapi kalau orang tua memberi ruang eksperimentasi, anak-anak akan bertumbuh,” sela Arung.</p>



<p>Ya, organisasi di usia 50 tahun akan berhadapan dengan bahayanya sendiri. Mereka bukan lagi terancam oleh eksternal, tapi oleh jiwanya sendiri. Mereka akan segera kehilangan relevansi, kehilangan kader, kehilangan idealisme, bahkan kehilangan memori kolektif. Ini akan menjadi ironi yang segera akan kita sesali bersama. Seperti Einstein yang menyesali suratnya itu. Sementara Koorders dan Carson mengajarkan; keberhasilan sejati bukanlah membangun organisasi yang besar, tapi organisasi terus bertumbuh sesuai dengan situasi zamannya.</p>



<p>Jika Kooders hidup hari ini, mungkin dia akan berkata: Bangunlah institusi yang mampu menjaga alam lebih lama daripada umur kalian.</p>



<p>Jika Einstein diizinkan datang pada kita hari ini, mungkin dia akan berkata: Bangunlah pengetahuan yang bermoral yang mampu menjaga umat manusia dari kehancuran.</p>



<p>Jika Carson dapat hadir di hari ulang tahun KOMMA FP-UA 11 Juli nanti, mungkin ia akan berkata: Bangunlah manusia yang mampu mempertahankan kebenaran ketika alam tidak lagi mampu bersuara.</p>



<p>Arung mencoba mencerna diskusi kami yang melebar dalam perjalanan itu. “Ayah sudah lewat 50 tahun ya?” tanya dia sedikit mengejek.</p>



<p><em>Medan, 2 Juni 2026 _Syafrizaldi Aal Jpang</em><br><em>408/KM/96</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/intimasi-lintas-generasi-antara-einstein-kooders-carson-arung-dan-saya/">Intimasi Lintas Generasi: Antara Einstein, Kooders, Carson, Arung dan Saya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248683</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Keriting Turun di Padang, Ini Penyebabnya </title>
		<link>https://langgam.id/harga-cabai-keriting-turun-di-padang-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 08:58:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Cabai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248677</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Harga komoditas cabai di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (2/6/2026) harganya berada di kisaran Rp36 ribu hingga Rp44 ribu per kilogram, turun dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai Rp55 ribu per kilogram. Staf Bidang Bahan Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Vivi, mengatakan tren penurunan harga mulai terlihat sejak Jumat (29/5/2026) dan berlanjut hingga awal pekan ini. &#8220;Harga cabai keriting lokal kini berada di kisaran Rp36 ribu hingga Rp44 ribu per kilogram. Kondisi ini mulai tercatat sejak Jumat lalu,&#8221; ujarnya, Rabu (3/6/2026).&#160; Menurutnya, penurunan harga cabai keriting lokal dipengaruhi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harga-cabai-keriting-turun-di-padang-ini-penyebabnya/">Harga Cabai Keriting Turun di Padang, Ini Penyebabnya </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Harga komoditas cabai di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (2/6/2026) harganya berada di kisaran Rp36 ribu hingga Rp44 ribu per kilogram, turun dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai Rp55 ribu per kilogram.</p>



<p>Staf Bidang Bahan Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Vivi, mengatakan tren penurunan harga mulai terlihat sejak Jumat (29/5/2026) dan berlanjut hingga awal pekan ini.</p>



<p>&#8220;Harga cabai keriting lokal kini berada di kisaran Rp36 ribu hingga Rp44 ribu per kilogram. Kondisi ini mulai tercatat sejak Jumat lalu,&#8221; ujarnya, Rabu (3/6/2026).&nbsp;</p>



<p>Menurutnya, penurunan harga cabai keriting lokal dipengaruhi oleh ketersediaan stok yang masih mencukupi di pasaran. Serta, menurunnya tingkat kebutuhan masyarakat setelah momentum hari besar keagamaan.</p>



<p>&#8220;Karena kebutuhan masyarakat sudah berkurang, harga cabai ikut mengalami penurunan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, harga cabai keriting nonlokal masih bertahan pada kisaran Rp46 ribu hingga Rp54 ribu per kilogram.&nbsp;</p>



<p>Kondisi serupa juga terjadi pada cabai rawit merah yang masih dijual dengan harga relatif tinggi, yakni antara Rp56 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.</p>



<p>&#8220;Harga cabai keriting nonlokal dan cabai rawit merah masih belum mengalami perubahan signifikan,&#8221; jelas Vivi.</p>



<p>Di sisi lain, harga cabai hijau keriting terpantau stabil pada kisaran Rp28 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram.&nbsp;</p>



<p>Namun, cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan harga. Jika sebelumnya dijual antara Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram, kini mencapai Rp44 ribu per kilogram.</p>



<p>Tidak hanya cabai, sejumlah komoditas hortikultura lainnya juga menjadi perhatian. Harga bawang merah super tercatat berada pada kisaran Rp45 ribu hingga Rp46 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah biasa masih bertahan di harga Rp36 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram.</p>



<p>&#8220;Untuk bawang merah peking, harga jual berada pada kisaran Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram dan relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Vivi menjelaskan, pergerakan harga berbagai komoditas pangan di Kota Padang sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan dari daerah sentra produksi. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harga-cabai-keriting-turun-di-padang-ini-penyebabnya/">Harga Cabai Keriting Turun di Padang, Ini Penyebabnya </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248677</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Biosolar di Agam, Truk Modifikasi Disita</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-tangkap-dua-pelaku-penyalahgunaan-biosolar-di-agam-truk-modifikasi-disita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 08:12:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Biosolar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248674</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi menangkap dua orang pelaku diduga terlibat penyalahgunaan pendistribusian BBM subsidi jenis biosolar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (2/6/2026) sore. Kedua pelaku berinisial M (38) dan SA (28).  Kasat Reskrim Polres Agam, AKP Rinto Alwi mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan saat kepolisian melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Palembayan. &#8220;Mereka diduga melakukan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi jenis biosolar,” ujar Rinto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2026).&#160; Rinto menjelaskan, saat itu kepolisian menemukan satu unit mobil truk Mitsubishi Colt Diesel warna hitam oranye bernopol BA 9930 TA. Saat diperiksa, kendaraan diketahui baru selesai membongkar 13 jerigen biosolar.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-tangkap-dua-pelaku-penyalahgunaan-biosolar-di-agam-truk-modifikasi-disita/">Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Biosolar di Agam, Truk Modifikasi Disita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Polisi menangkap dua orang pelaku diduga terlibat penyalahgunaan pendistribusian BBM subsidi jenis biosolar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (2/6/2026) sore. Kedua pelaku berinisial M (38) dan SA (28). </p>



<p>Kasat Reskrim Polres Agam, AKP Rinto Alwi mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan saat kepolisian melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Palembayan.</p>



<p>&#8220;Mereka diduga melakukan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi jenis biosolar,” ujar Rinto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2026).&nbsp;</p>



<p>Rinto menjelaskan, saat itu kepolisian menemukan satu unit mobil truk Mitsubishi Colt Diesel warna hitam oranye bernopol BA 9930 TA. Saat diperiksa, kendaraan diketahui baru selesai membongkar 13 jerigen biosolar.</p>



<p>&#8220;Kami mendapati truk membawa biosolar subsidi dalam jumlah cukup banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan, tangki kendaraan juga ditemukan telah dimodifikasi,&#8221; katanya.&nbsp;</p>



<p>Polisi kemudian mengamankan sopir truk, yakni M. Ia bersama S yang diduga sebagai penampung atau pembeli biosolar. </p>



<p>Keduanya langsung dibawa ke Mapolres Agam untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel dengan tangki yang telah dimodifikasi serta 13 jerigen berisi BBM jenis biosolar.</p>



<p>Rinto menegaskan, para pelaku dijerat dengan ketentuan pasal terkait penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.</p>



<p>&#8220;Kasus ini masih terus kami dalami untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat,&#8221; pungkasnya. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-tangkap-dua-pelaku-penyalahgunaan-biosolar-di-agam-truk-modifikasi-disita/">Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Biosolar di Agam, Truk Modifikasi Disita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248674</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Anjlok ke Rp700, Harga TBS Sawit di Pessel Kini Naik Jadi Rp1.500</title>
		<link>https://langgam.id/sempat-anjlok-ke-rp700-harga-tbs-sawit-di-pessel-kini-naik-jadi-rp1-500/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 07:53:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Sawit Anjlok]]></category>
		<category><![CDATA[Kelapa Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248672</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai menunjukkan tren kenaikan setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga menyentuh Rp700 per kilogram. Seorang petani sawit, Tami (49), mengatakan harga TBS sawit saat ini telah mencapai Rp1.500 per kilogram. Kenaikan itu terlihat dari transaksi jual beli antara petani dan pengepul di daerah setempat. “Hari ini sudah naik di harga Rp1.500 per kilogram,” ujarnya, Rabu (3/6/2026). Menurutnya, tren kenaikan harga mulai terjadi sejak Jumat (29/5/2026), ketika harga TBS berada di kisaran Rp1.100 per kilogram.&#160; Dalam beberapa hari berikutnya, harga terus mengalami peningkatan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-anjlok-ke-rp700-harga-tbs-sawit-di-pessel-kini-naik-jadi-rp1-500/">Sempat Anjlok ke Rp700, Harga TBS Sawit di Pessel Kini Naik Jadi Rp1.500</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai menunjukkan tren kenaikan setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga menyentuh Rp700 per kilogram.</p>



<p>Seorang petani sawit, Tami (49), mengatakan harga TBS sawit saat ini telah mencapai Rp1.500 per kilogram. Kenaikan itu terlihat dari transaksi jual beli antara petani dan pengepul di daerah setempat.</p>



<p>“Hari ini sudah naik di harga Rp1.500 per kilogram,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).</p>



<p>Menurutnya, tren kenaikan harga mulai terjadi sejak Jumat (29/5/2026), ketika harga TBS berada di kisaran Rp1.100 per kilogram.&nbsp;</p>



<p>Dalam beberapa hari berikutnya, harga terus mengalami peningkatan hingga mencapai Rp1.500 per kilogram.</p>



<p>Tami optimistis, harga sawit akan terus membaik pada awal Juni dan kembali berada pada kondisi normal seperti sebelumnya.</p>



<p>“Perkiraan awal Juni nanti harga akan kembali normal seperti biasa,” katanya.</p>



<p>Meski harga mulai membaik, para petani berharap harga TBS sawit dapat kembali menembus angka Rp2.000 per kilogram.&nbsp;</p>



<p>Tami menjelaskan, harga pupuk saat ini menjadi salah satu beban terbesar bagi petani. Untuk satu karung pupuk NPK, petani harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp800 ribu.</p>



<p>“Saat ini pupuk NPK saja sudah lebih dari Rp800 ribu per karung. Jadi kalau harga sawit tinggi tentu sebanding dengan hasil panen,” ucapnya.&nbsp;</p>



<p>Selain berharap harga kembali stabil, petani juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap fluktuasi harga sawit yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.&nbsp;</p>



<p>Menurut Tami, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan perekonomian keluarga dari sektor perkebunan sawit.</p>



<p>“Kalau sawit anjlok, kami petani kecil tentu kesulitan karena semua kebutuhan sekarang serba mahal,” katanya.</p>



<p>Sebelumnya, pada Senin (25/5/2026), harga TBS sawit di tingkat petani di Kabupaten Pesisir Selatan dilaporkan mengalami penurunan drastis dari kisaran Rp2.000 menjadi Rp700 per kilogram.&nbsp;</p>



<p>Kondisi tersebut memicu keluhan dari para petani karena penurunan harga terjadi secara tiba-tiba dan berdampak langsung terhadap pendapatan mereka. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-anjlok-ke-rp700-harga-tbs-sawit-di-pessel-kini-naik-jadi-rp1-500/">Sempat Anjlok ke Rp700, Harga TBS Sawit di Pessel Kini Naik Jadi Rp1.500</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248672</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nil Maizar Jadi Pelatih Semen Padang FC, Pengalaman dan Loyalitas Jadi Alasan</title>
		<link>https://langgam.id/nil-maizar-jadi-pelatih-semen-padang-fc-pengalaman-dan-loyalitas-jadi-alasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 06:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Nil Maizar]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang FC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Semen Padang FC resmi menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Manajemen klub menilai, pengalaman dan rekam jejak menjadi alasan utama penunjukan. Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) ini, memiliki catatan karier yang tidak bisa dipandang sebelah mata di dunia sepak bola nasional. Mulai menakhodai klub hingga pernah dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia. &#8220;Kalau melihat historinya, Coach Nil memiliki rekam jejak yang sangat baik. Beliau sudah melatih banyak klub di Indonesia dan juga pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia,&#8221; ujar Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey dihubungi Langgam.id, Rabu (3/6/2026).  Selain pengalaman,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nil-maizar-jadi-pelatih-semen-padang-fc-pengalaman-dan-loyalitas-jadi-alasan/">Nil Maizar Jadi Pelatih Semen Padang FC, Pengalaman dan Loyalitas Jadi Alasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Semen Padang FC resmi menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Manajemen klub menilai, pengalaman dan rekam jejak menjadi alasan utama penunjukan.</p>



<p>Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) ini, memiliki catatan karier yang tidak bisa dipandang sebelah mata di dunia sepak bola nasional. Mulai menakhodai klub hingga pernah dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia.</p>



<p>&#8220;Kalau melihat historinya, Coach Nil memiliki rekam jejak yang sangat baik. Beliau sudah melatih banyak klub di Indonesia dan juga pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia,&#8221; ujar Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey dihubungi<strong> Langgam.id</strong>, Rabu (3/6/2026). </p>



<p>Selain pengalaman, kata Braditi, manajemen juga menilai Nil Maizar memahami karakter klub, karena sebelumnya sudah pernah menjadi pelatih kepala Semen Padang FC. Sehingga memiliki kedekatan emosional.&nbsp;</p>



<p>Bahkan, Nil Maizar juga pernah membela Semen Padang FC ketika masih aktif di lapangan sebagai pemain.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ini sudah kesepakatan semua pihak, baik owner, penasihat, dan manajemen lainnya untuk menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih,&#8221; ungkapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Braditi meyakini, dengan pengalaman dan pemahaman terhadap kultur klu, Nil Maizar akan menjadi modal dalam upaya mengembalikan Semen Padang FC kasta tertinggi liga sepakbola Indonesia.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami berharap pengalaman yang dimiliki beliau bisa membantu tim mencapai target promosi kembali ke Liga 1,&#8221; imbuhnya.&nbsp;</p>



<p>Manajemen klub sampai saat ini enggan mengungkap nilai kontrak Nil Maizar. Braditi bilang, nilai kontrak yang diberikan masih sesuai dengan kemampuan keuangan klub.</p>



<p>&#8220;Soal nilai kontrak masih relatif. Yang jelas masih dalam batas yang wajar dan sesuai kemampuan klub,&#8221; ucapnya. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nil-maizar-jadi-pelatih-semen-padang-fc-pengalaman-dan-loyalitas-jadi-alasan/">Nil Maizar Jadi Pelatih Semen Padang FC, Pengalaman dan Loyalitas Jadi Alasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wako Fadly Amran Dukung Konker PDPI di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/wako-fadly-amran-dukung-konker-pdpi-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 06:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Konferensi Kerja (Konker) XVIII Pengurus Pusat Penghimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) yang akan digelar di Kota Padang pada 16–19 September 2026. Komitmen tersebut disampaikan Fadly saat menerima audiensi pengurus PDPI Sumatera Barat di VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (2/6/2026). Dalam pertemuan itu, ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati. Ketua Panitia Konker XVIII PDPI, dr. Oea Khairsyaf, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 1.800 dokter spesialis paru dari berbagai daerah di Indonesia. Jika dihitung bersama keluarga peserta dan sponsor, jumlah tamu yang datang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-fadly-amran-dukung-konker-pdpi-di-padang/">Wako Fadly Amran Dukung Konker PDPI di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> – Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Konferensi Kerja (Konker) XVIII Pengurus Pusat Penghimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) yang akan digelar di Kota Padang pada 16–19 September 2026.</p>



<p>Komitmen tersebut disampaikan Fadly saat menerima audiensi pengurus PDPI Sumatera Barat di VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (2/6/2026). Dalam pertemuan itu, ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati.</p>



<p>Ketua Panitia Konker XVIII PDPI, dr. Oea Khairsyaf, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 1.800 dokter spesialis paru dari berbagai daerah di Indonesia. Jika dihitung bersama keluarga peserta dan sponsor, jumlah tamu yang datang ke Kota Padang diperkirakan mencapai 3.000 hingga 3.500 orang.</p>



<p>Selain agenda ilmiah, kata Oea, Konker XVIII PDPI juga akan diramaikan dengan pameran kesehatan dan program wisata yang dirancang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta.</p>



<p>Menanggapi hal itu, Fadly menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PDPI yang telah memilih Kota Padang sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.</p>



<p>“Terima kasih telah menunjuk Kota Padang sebagai tuan rumah. Semoga kegiatan ini memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Kota Padang. Kami siap memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Fadly, dikutip Rabu (3/6/2026).</p>



<p>Menurut dia, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tidak hanya akan memperkuat posisi Padang sebagai destinasi kegiatan nasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan kecil.</p>



<p>Fadly juga berharap momentum penyelenggaraan Konker XVIII PDPI dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.</p>



<p>Ia secara khusus meminta dukungan PDPI dalam upaya penanganan tuberkulosis (TB) dan berbagai penyakit paru lainnya yang masih menjadi tantangan kesehatan di Kota Padang.</p>



<p>“Kami juga mengharapkan dukungan dari PDPI untuk mengatasi persoalan kesehatan, khususnya penanganan Tuberkulosis (TB) di Kota Padang, sehingga upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PDPI Sumatera Barat, dr. Masrul Basar, bersama jajaran pengurus menyambut baik dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap pelaksanaan Konker XVIII PDPI. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia kesehatan di daerah.</p>



<p>Konker XVIII PDPI menjadi salah satu agenda nasional penting bagi para dokter spesialis paru untuk membahas perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan strategi penanganan penyakit paru di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana promosi pariwisata dan ekonomi Kota Padang kepada peserta yang datang dari berbagai wilayah di Tanah Air. (<strong>HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-fadly-amran-dukung-konker-pdpi-di-padang/">Wako Fadly Amran Dukung Konker PDPI di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248679</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/42 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-03 20:17:11 by W3 Total Cache
-->