Langgam.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 980 kepala keluarga (KK) atau 4.218 jiwa terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang pada Senin (3/8/2026).
Dari data tersebut, Kecamatan Nanggalo menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak yakni 872 KK atau 2.278 jiwa. Mereka terdampak di lima kelurahan, yakni Kampung Lapai, Kurao Pagang, Surau Gadang, Tabing Banda Gadang dan Kampung Olo.
Selanjutnya di Kecamatan Kuranji, banjir berdampak kepada warga sekitar 471 jiwa di Kelurahan Kuranji. Sebanyak 60 orang juga sempat mengungsi dan satu orang mengalami luka ringan.
Sementara di Kecamatan Koto Tangah, banjir merendam wilayah Air Pacah dan Dadok Tunggul Hitam. Akibatnya, 320 jiwa terdampak di dua kelurahan tersebut.
Selain itu, BPBD juga mencatat banjir berdampak di Kecamatan Padang Utara sebanyak 56 KK atau 232 jiwa, Kecamatan Padang Barat 52 KK atau 130 jiwa, serta Kecamatan Padang Selatan 209 KK
Selain berdampak pada masyarakat, banjir turut merendam 231 rumah. Rinciannya, 30 rumah di Kecamatan Kuranji, 50 rumah di Kecamatan Padang Barat, dan 151 rumah di Kecamatan Padang Selatan.
BPBD juga mencatat satu lahan pertanian di Kecamatan Kuranji mengalami kerusakan ringan akibat banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, hujan dengan intensitas ekstrem mengguyur Kota Padang sejak sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin (3/8/2026).
Ia mengungkapkan curah hujan mencapai 285,6 milimeter. Angka tersebut masuk kategori hujan ekstrem.
“Hujan deras mengguyur Kota Padang dengan intensitas tinggi. Curah hujan mencapai 285,6 milimeter dan masuk kategori hujan ekstrem,” katanya.
Hendri mengungkapkan dalam bencana yang melanda Kota Padang, tidak ada korban jiwa. Hanya satu orang luka ringan, dan sudah dilakukan penanganan secara medis.
“Kita tetap waspada dengan cuaca dalam beberapa hari ini, karena anomali tiba tiba panas, terkadang hujan,” kata dia. (WAN)






