Muatan Lokal Bagi Siswa SD dan SMP di Bukittinggi, Ada Materi ABS-SBK

Dunia pendidikan di Kota Bukittinggi ditambahkan dengan materi ABS-SBK. Penambahan muatan lokal ini ditujukan untuk pelajar SD dan SMP.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar. [Foto: Dok. FB Erman Safar]

Langgam.id – Dunia pendidikan di Kota Bukittinggi ditambahkan dengan materi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Penambahan muatan lokal ini ditujukan untuk pelajar SD dan SMP.

Adanya penambahan materi ABS-SBK ini diketahui dari postingan di akun Instagram Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar pada Selasa (15/8/2023).

Dalam postingannya itu, Erman mengungkapkan bahwa materi ini diberikan langsung oleh tokoh adat, niniak mamak, bundo kanduang dan cadiak pandai.

“Para pemuka adat dan agama itu langsung menjadi guru tamu bagi para pelajar. Hal ini ditujukan agar ilmu adat didapat langsung dari narasumber yang kompeten di bidangnya,” tulis Erman dalam akun Instagram @ermansafar.

Erman menjelaskan, dengan adanya program ini, para pelajar dibekali ilmu agam dan ilmu adat istiadat dari dini. Sehingga menjadi dasar bagi mereka untuk menghadapi masa depan di era perkembangan teknologi. (*/yki)

Baca Juga

Madrasah Aliyah Al Furqan. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam,id)
6 Fakta Siswa MA Al Furqan Padang Nunggak Seragam Rp300 Ribu hingga Dikeluarkan dari Sekolah
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Kemenag Sanksi Kepsek MA Al-Furqan, Buntut Biaya Seragam 2 Siswa hingga Pindah Sekolah 
Madrasah Aliyah Al Furqan. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam,id)
Kepsek MA Al Furqan Soal Emosi Tagih Biaya Seragam Siswa: Saya Didesak Pembuat Baju
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Pengakuan Kepsek MAS Al Furqan Padang Usai Heboh Keluarkan Siswa: Cuma Bercanda, Emosi Sesaat!
Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Polemik Tunggakan Seragam Rp300 Ribu 2 Siswa di Padang: Putuskan Pindah Sekolah, Kini Dibantu Donatur 
Opini “Bersyukur Masih Nomor Dua” oleh Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatera Barat Periode 2005-2009), mengangkat isu tentang capaian pendidikan
Membunuh Ilmu atas Nama Lapangan Kerja: Negara Gagal, Prodi yang Ditutup?