Viral Dugaan Pungli di Lembah Anai, Polisi: Pelaku Salah, Bus Juga Tak Ada Izin Lewat

Satlantas Polres Kota Padang Panjang melakukan uji coba pembukaan jalur Padang-Bukittinggi jalur Lembah Anai untuk kendaraan roda dua Senin (8/12/2025).

Ilustrasi: Polisi melakukan uji coba pembukaan jalur Padang-Bukittinggi jalur Lembah Anai untuk kendaraan roda dua pada 8 Desember 2025. (Foto: Polres Padang Panjang)

Langgam.id – Video dugaan pungutan liar atau pungli di Jalur Lembah Anai, Sumatera Barat (Sumbar), viral di media sosial. Dalam video yang beredar, seorang pria meminta uang kepada rombongan penumpang, sebagai syarat agar bus bisa melintasi jalan nasional Padang–Bukittinggi tersebut.  

Terdengar percakapan antara penumpang rombongan bus dan pria yang diduga meminta uang mencapai Rp450 ribu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, memastikan pria dalam video  bukan anggota kepolisian. Berdasarkan hasil penelusuran, pelaku merupakan warga setempat. 

Kata Finot, sebelumnya pria tersebut disebut juga pernah bekerja sebagai flagman atau pengatur lalu lintas proyek di PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

“Sudah kami konfirmasi, yang bersangkutan bukan anggota polisi. Dulu pernah bekerja sebagai flagman HKI, tetapi sekarang sudah tidak bekerja lagi,” katanya saat dihubungi Langgam.id, Kamis (21/5/2026).

Meski demikian, polisi hingga kini masih mendalami kejadian ini, dan belum dapat memastikan secara rinci waktu maupun lokasi pasti peristiwa dalam video viral itu.

“Kami belum bisa memastikan secara detail lokasi maupun kronologi pastinya. Saat ini masih dilakukan penelusuran,” kata dia.  

Finot menegaskan, kawasan proyek perbaikan jalan di Lembah Anai tidak boleh dimanfaatkan oknum tertentu, apalagi mengambil keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan petugas.

“Kawasan Lembah Anai tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi. Sebelumnya juga pernah ada kejadian serupa dan uangnya sudah dikembalikan,” ungkapnya.  

Ia menambahkan, seluruh personel kepolisian yang bertugas di kawasan Lembah Anai, sudah diingatkan agar tidak melakukan tindakan tercela selama proses pengaturan lalu lintas.

“Kami sudah tekankan kepada anggota di lapangan jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar,” tegasnya.  

Finot menjelaskan, saat ini kendaraan roda enam atau lebih memang belum diperbolehkan melintas di jalur Lembah Anai. Hal ini karena proses pengerjaan perbaikan jalan masih berlangsung. 

Kendaraan besar hanya bisa melintas apabila mendapat izin khusus dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar atau HKI serta mendapat pengawalan kepolisian.

“Kalau kendaraan besar bisa lewat, tentu harus ada izin dan pengawalan resmi,” ungkapnya. 

Ia menyebut rombongan bus dalam video diduga menggunakan bus medium roda enam yang sebenarnya tidak diperbolehkan melintas tanpa izin khusus.

“Yang jelas, kalau memang ada yang meminta uang, itu salah. Tapi kendaraan yang lewat tanpa izin juga tidak dibenarkan,” pungkasnya. (WAN) 

Baca Juga

Jalur Lembah Anai akhirnya bisa dilewati oleh kendaraan roda empat (minibus) mulai Selasa (16/12/2025). Hal itu diketahui dari postingan
Pakar Ungkap Fakta Jalur Belanda Alternatif Lembah Anai: Minim Risiko Banjir Bandang, Tak Sekadar Cerita Rakyat
Langgar Instruksi Wali Kota Soal Corona, 17 Remaja di Padang Diamankan Satpol PP
Viral Perempuan Diduga Diperas Oknum Satpol PP Padang usai Dirazia
Libur Idul Adha 2026: Lalu Lintas di Jalur Lembah Anai Ramai Lancar Siang Ini
Libur Idul Adha 2026: Lalu Lintas di Jalur Lembah Anai Ramai Lancar Siang Ini
Puncak Arus Mudik Idul Adha 2026, Jalur Lembah Anai Padat Lancar
Puncak Arus Mudik Idul Adha 2026, Jalur Lembah Anai Padat Lancar
Ilustrasi jenazah. (Dok. Langgam.id)
Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah
Ilustrasi jenazah. (Dok. Langgam.id)
Tragisnya Kematian Dua Santri Diduga Keracunan Asap Genset di Tanah Datar, Cas HP Saat Lampu Mati Massal