Dinkes Periksa Sampel MBG Diduga Penyebab 83 Siswa MTsN 1 Pariaman Keracunan

Langgam.id- Dinas Kesehatan Kota Pariaman memeriksa sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan  83 siswa MTsN 1 Kota Pariaman mengalami  keracunan, Senin (14/9/2026).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala mual, muntah, dan pusing yang dialami para siswa, setelah mengonsumsi makanan MBG.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Renaldi, mengatakan sampel diambil dari dua lokasi. Petugas mengambil sisa makanan dari ompreng siswa, serta sampel dari dapur penyedia MBG.

“Dari Dinas Kesehatan ada ke dapur MBG juga sudah datang mengambil sampelnya,” ujar Rudy saat dikonfirmasi Langgam.id Senin (14/9/2026).

Menurut Rudy, pengambilan sampel dilakukan terhadap seluruh makanan yang terdapat dalam satu ompreng MBG. Hal itu, dilakukan untuk memastikan komponen makanan yang perlu diperiksa di laboratorium.

“Sampelnya semua yang ada di makanan anak-anak dalam satu ompreng MBG itu sedang kita bawakan ke labor untuk diperiksa,” tegasnya.

Adapun menu yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi putih, chicken karage atau ayam fillet goreng tepung dengan saus lada hitam, tahu goreng, tumis kacang panjang campur jagung, serta semangka kuning.

Pemeriksaan juga dilakukan setelah pihak sekolah melaporkan adanya kondisi ayam yang disebut agak berbau.

“Ayamnya yang berbau, kata gurunya tadi itu cuman memang agak bau kata pihak sekolah. Tapi kita sudah ambil sampel itu,” tambahnya.

Selain itu Pemerintah Kota Pariaman juga telah memanggil koordinator wilayah distribusi MBG di Kota Pariaman dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani MBG di MTsN 1 Kota Pariaman.

“Kami sedang meminta keterangan dari penyelenggara untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang menjadi penyebabnya,” kata Wali Kota Pariaman Yota Balad saat dikonfirmasi Langgam.id, Senin (14/9/2026).

Yota menyebut terdapat hal yang perlu menjadi perhatian dalam kasus tersebut. Makanan dari SPPG yang sama diketahui juga didistribusikan ke lima sekolah lainnya.

Namun, berdasarkan informasi sementara, hanya siswa MTsN 1 Kota Pariaman yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan tersebut.

“Ini yang juga perlu kita lihat. Kalau dapurnya sama, tentu kita perlu mencari tahu kenapa hanya di satu sekolah yang terjadi,” katanya.

Menurut Yota, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. (fix)

Baca Juga

Tim SAR Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas di Batang Saman Pasaman Barat
Tim SAR Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas di Batang Saman Pasaman Barat
Sidang Pemuda Mentawai Yogi Starlink, Pengacara Nilai Tuntutan Jaksa Abaikan Fakta Persidangan
Sidang Pemuda Mentawai Yogi Starlink, Pengacara Nilai Tuntutan Jaksa Abaikan Fakta Persidangan
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dishub Sumbar mencatat ada sebanyak 12 ruas jalan yang rawan longsor di wilayah Provinsi Sumbar.
Kronologi Longsor Tambang Emas Solok Selatan Renggut 4 Korban Jiwa
Kapolda Sumbar Irjen Jawari
LHKPN KPK, Kapolda Sumbar Jawari Terakhir Lapor Kekayaan Tahun 2011
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock