Dikeroyok Sopir ALS, Pria di Sijunjung Meninggal Akibat Pukulan Benda Keras

Sebanyak lima jenazah masih berada di Puskesmas Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Lima jenazah itu diduga merupakan korban dari

Ilustrasi - jenazah. (Ilustrasi: klhh/pixabay.com)

Langgam.id – Seorang pria di Sijunjung berinisial OK meninggal dunia setelah dikeroyok sopir dan kernet Bus ALS. Korban meninggal akibat pulukan menggunakan benda keras.

“Diakibatkan oleh pukulan benda keras tumpul,” kata Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan, Senin (18/1/2021).

Andry mengatakan pihaknya sudah melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hasil autopsi menunjukkan adanya bekas luka di bagian kepada dan leher korban.

Baca juga: Keroyok Pria di Sujunjung, Sopir ALS Timbun Korban dengan Pohon Pisang

“Dari autopsi yang dilakukan terhadap OK ditemukan bahwa luka-luka yang terdapat pada bagian tubuh mayat, kepala bagian belakang, leher, lebam dan lainnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Sijunjung menangkap seorang sopir dan kernet Bus ALS di Medan, Sumatra Utara. Keduanya melakukan pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial OK di wilayah Sijunjung.

“Tim Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung mengamankan dua orang laki-laki dewasa atas nama Andi yang merupakan supir kedua dan Ali yang merupakan kernet bus ALS tersebut,” kata Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan.

Kedua tersangka ditangkap beberapa waktu lalu setelah dilakukan pengejaran. Mereka sempat terlibat pertikaian di depan rumah makan dengan korban sebelum melakukan pengeroyokan yang berujung meninggalnya korban.

Setelah korban meninggal, pelaku menutupi jasad korban dengan pohon pisang. Jenazah korban akhirnya ditemukan warga dua hari setelah kejadian. (*ABW)

Baca Juga

Pemprov Sumbar Akui Adanya Pembiaran Pelanggaran Tata Ruang di Tambang Emas Ilegal Sijunjung
Pemprov Sumbar Akui Adanya Pembiaran Pelanggaran Tata Ruang di Tambang Emas Ilegal Sijunjung
Penyebab Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Longsor hingga 9 Orang Meninggal 
Penyebab Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Longsor hingga 9 Orang Meninggal 
Kebun yang Berubah Jadi Kuburan: Membaca Pembiaran Spasial Tambang Maut Sijunjung
Kebun yang Berubah Jadi Kuburan: Membaca Pembiaran Spasial Tambang Maut Sijunjung
Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang Ungkap 14,5 Ribu Hektare Hutan di Sijunjung Rusak karena Tambang Emas Ilegal 
Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang: Tragedi Tambang Ilegal yang Menelan Korban Jiwa di Sijunjung Bukan Musibah Alam
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta (tengah) diwawancarai wartawan. (Foto: Irwanda/Langgam.id)
Kapolda Sumbar Enggan Tanggapi Kasus Tambang Emas Ilegal di Sijunjung yang Menelan Korban Jiwa