Demo Kemendagri, Massa Desak Sanksi Bupati Limapuluh Kota Buntut Skandal VCS

Langgam.id – Puluhan massa yang mengatasnamakan Front Perlawanan Rakyat (FPR) Kabupaten Limapuluh Kota melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

Aksi ini buntut skandal video call sex atau VCS yang diduga melibatkan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang. Massa mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk memberikan sanksi tegas. 

“Kami menekankan 

kepada menteri bapak Tito Karnavian bahwasanya Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, melakukan pelecehan seksual. Kepala daerah VCS,” sorak koordinator aksi, M Syafri.  

“Sosok bupati yang harusnya jadi suritauladan, tapi memalukan masyarakat Limapuluh Kota,” tambahnya. 

Syafri mengatakan, dugaan keterlibatan kepala daerah yang melakukan VCS ini telah mencederai etika publik. Padahal usai dilantik, kepala daerah telah mengikuti retreat. 

“Dalam retreat itu bagaimana kepala daerah bisa menjaga moral, integritas, tapi Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang tidak mengaplikasikannya,” ucap Syafri.  

Dalam aksinya, massa juga mendesak Safni untuk minta maaf secara terbuka ke publik. Jika dalam 3×24 jam tuntutan ini tidak dilakukan, massa  akan kembali menggelar demonstrasi.  

“Harus minta maaf dan mengakui ke publik,” tegasnya sembari juga meminta kepolisian secara transparan menangani kasus ini.  

Syafri mengungkapkan, pihaknya menduga kepolisian telah melindungi atau menutupi kasus yang melibatkan Safni ini. Seperti menyatakan rekaman VCS adalah editan.  

Ia menegaskan jika terbukti kepolisian sengaja melindungi, FPR Limapuluh Kota akan menindaklanjuti ke Mabes Polri.  

“Kami lihat sepertinya ada pihak aparat penegak hukum dalam hal ini Polda Sumbar melindungi,” kata dia.  

Sebelumnya, Polda Sumbar telah menyatakan rekaman VCS adalah editan. Hal ini berdasarkan pengakuan pelaku yang diketahui seorang pria berinisial ABG, narapidana di Lapas Sarolangun.  

Sementara, analisis Pakar Telematika Abimanyu Wachjoewidajat menyatakan rekaman VCS bukan editan. Sosok pria dan perempuan di dalam rekaman VCS itu tidak ada rekayasa. (*)

Baca Juga

Masyarakat Nagari Kubang Putiah Agam menolak trase Tol Sicincin-Bukittinggi. (Dok. Saluak Kreasi)
Pemerintah Batalkan Trase Tol Sicincin Bukittinggi yang Lewati Kubang Putiah
Kemendagri Jamin Hak Pendidikan Terduga Pelaku Bom Rakitan di MAN 3 Padang
Kemendagri Jamin Hak Pendidikan Terduga Pelaku Bom Rakitan di MAN 3 Padang
Suasana proses belajar mengajar di MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026).
Usai Insiden Bom Rakitan, Aktivitas Belajar di MAN 3 Padang Kembali Normal
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak 
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak 
Bekas ledakan bom rakitan di meja belajar miliki salah seorang siswa MAN 3 Padang.
Polda Ungkap Bahan Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang, Dari Kelereng hingga Mesiu
Tim Gegana Polda Sumbar di TKP bom rakitan di MAN 3 Padang.
Bom Rakitan MAN 3 Padang, Polda: Siswa Belajar Otodidak di Internet