Buya Mas’oed: MTQ di Masa Pandemi, Panitia Harus Extraordinary

Buya Mas'oed: MTQ di Masa Pandemi, Panitia Harus Extraordinary

Masjid Raya Sumbar (Foto: dokumen Adi Prima for langgam.id)

Langgam.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman pada 2-14 November 2020 akan berbeda pelaksanaannya dari MTQ sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Ulama dan penulis senior Buya Mas’oed Abidin.

Menurut Buya Mas’oed, panitia pelaksana MTQ kali ini harus ‘extraordinary’. Pandemi covid-19 merupakan kondisi nyata yang menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Pandemi bukanlah suatu konspirasi atau dibuat-buat. Karena itu pelaksanaan MTQ kali ini harus benar-benar di perhatikan agar tidak ada yang tertular covid-19 baik peserta maupun panitia.

“MTQ adalah program unggulan yang ada di Indonesia. Program yang punya falsafah Pancasila yang harus dipelihara, Tapi kali ini dilaksanakan di masa pandemi, panitia harus extraordinariy” Ungkap Buya Mas’oed, Rabu (4/11/2020)

Menurut Buya Mas’oed panitia sudah memiliki panduan untuk mematuhi protokol kesehatan. Oleh sebab panitia, peserta dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan MTQ harus memperhatikan dengan benar protokol kesehatan yang ada.

Pemerintah telah mensosialisasikan bahkan penerapan perda Akb pun sudah dilaksanakan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Buya Mas’oed berharap semoga ajang MTQ bisa menjadi ajang penguatan protokol kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar) .

“Kalau sudah diniatkan Lillahita’ala, Insyaallah, Allah SWT menjaga kita dari marabahaya,” tutur Buya Mas’oed.

Sementara itu Ketua Muhammadiyah Sumatera Barat Shofwan Karim mengatakan MTQ Nasional 2020 di Sumbar bisa meningkatkan perekonomian di kalangan masyarakat. Hal itu karena, pelaksanaan MTQ nantinya akan mendatangkan kafilah dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Momentum itu bisa berdampak dalam mendongkrak pendapatan daerah melalui pariwisata.

“MTQ itu merupakan aset. Tidak hanya pelaksanaannya saja, tapi akan ada manfaat yang tidak dapat diukur. Tapi kita semua harus siap untuk sama-sama menjaga protokol kesehatan,” kata Shofwan.

Meski pelaksanaan MTQ hanya diadakan di dua daerah, yaitu Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, lanjut shofwan, tetapi dampak dari MTQ ini akan terasa ke kabupaten dan kota lain. Seperti Istana Pagaruyung, Danau Singkarak di Kabupaten Tanah Datar, Kota wisata Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang dan lain-lain. Daerah-daerah itu menurutnya akan menjadi tujuan destinasi wisata yang menarik bagi kafilah peserta MTQ. Dengan begitu akan menunjang pendapatan daerah.

Melihat hal itu, Muhhamadiah Sumbar meminta kepada pemerintah provinsi untuk memperhatikan lingkup penerapan protokol kesehatan tidak terfokus pada Kota Padang saja sebagai tuan rumah MTQ, tetapi juga meluas ke daerah yang dikunjungi peserta MTQ.

“Pemerintah provinsi kembali lagi mempertegas kepada bupati, wali kota beserta jajaran untuk menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang memenuhi protokol kesehatan. Terutama sekali di tempat-tempat wisata,”katanya.

MTQ nasional diadakan dua tahun sekali. Setelah perhelatan MTQ 2020 ini selesai, butuh menunggu 40 tahun lagi bagi Sumbar untuk menjadi tuan rumah lagi.

Oleh sebab itu, Shofwan berharap seluruh masyarakat Sumbar bisa menjadikan kesempatan ini untuk menunjukkan budaya ranah minang yang ramah bagi saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

“Suatu kesempatan langka bagi kita warga Sumbar menjadi tuan rumah. Mari kita berikan kesan yang baik dari ajang MTQ,” ucap Shofwan. (Yesi/Dian)

Baca Juga

Pengadaan barang rumah tangga di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menjadi sorotan.
Miliaran Rupiah Pengadaan Barang Mewah di Rumah Dinas Vasko Ruseimy
Anggaran Disorot, Pemprov Sumbar: Semua Transparan dan Bisa Dipantau!
Anggaran Disorot, Pemprov Sumbar: Semua Transparan dan Bisa Dipantau!
Rumah dinas wakil gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy di Jalan Flamboyan Padang Barat
Penjelasan Pemprov Proyek Sumur Bor Rp250 Juta di Rumah Dinas Wagub
Pemprov Sumbar menyiapkan anggaran Rp885 juta untuk renovasi rumah dinas Sekda. Di luar itu juga ada anggaran pemeliharaan senilai Rp90 juta.
Anggaran Renovasi Rumah Dinas Sekda Sumbar Capai Rp800 Juta Lebih
Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Tutup Sementara Lapangan Latihan Tembak
Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Tutup Sementara Lapangan Latihan Tembak
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3.7 miliar untuk jasa tenaga keamanan.
Pemprov Sumbar Gelontorkan Anggaran Rp3,7 Miliar untuk Jasa Keamanan Kantor Gubernur