Budidaya Udang Vaname Potensial Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Sumbar

Budidaya Udang Vaname Potensial Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Sumbar

shrimp farm

Langgam.id– Ketua Komisi II DPRD Arkadius Datuak Intan Bano meminta masyarakat Sumatra Barat untuk mengoptimalkan potensi budidaya udang vaname. Pasalnya, budidaya udang tersebut dinilai dapat meningkatkan ekomoni masyarakat.

“Pengembangan udang vaname merupakan turunan program nasional yang akan diterapkan oleh pemerintah provinsi pada tahun 2022 mendatang,” ujarnya dikutip langgam.id dari rilis DPRD Sumbar, Rabu, (24/11/2021).

Arkadius melanjutkan, udang vaname nantinya akan memiliki nilai ekspor tinggi sehingga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. “Diharapkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mengoptimalkan program ini dengan sebaik-baiknya,” lanjut dia.

Dia menambahkan, jenis usaha perikanan ini dapat menjadi alternatif nelayan yang mengeluh akan banyaknya aturan dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP). “Setidaknya para nelayan tidak terus bergantung pada hasil laut, sehingga upaya pemerintah untuk mensejahterakan nelayan bisa diringankan,” tutur dia.

Menurut Arkadius, pengembangan udang vaname harus didukung oleh kabupaten/kota. Lalu, jika daerah itu memenuhi syarat untuk investasi vaname usulkan kepada pemerintah provinsi sehingga bisa diberikan anggaran pengembangan atau dicarikan investor.

“Sumbar memiliki potensi tambak perikanan air payau seluas 7.700 hektare namun yang baru dimanfaatkan seluas 150 hektar untuk udang vaname,” bebernya.

Dikatakan Arkadius lagi, guna menunjang berkembangnya produksi udang vaname, masyarakat harus memperhatikan hal yang akan memengaruhi produksi, termasuk pemanfaatan teknologi.

“Teknologi harus dimajukan agar mendapatkan hasil maksimal. Misalnya, kalau sekarang dalam 1 meter kubik volume bisa ditebar 1000, mungkin kalau ada teknologi dalam 1 meter kubik bisa 5000,” tutupnya. (*/Lisa)

Baca Juga

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Eviyandri. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
DPRD Sumbar Akan Bentuk Pansus, Usut 371 Buruh Perusahaan Kelapa Dipecat dan Tak Digaji
Direktur LBH Padang, Diki Rafiki, saat diwawancara awak media. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Nasib Pilu 371 Buruh Perusahaan Kelapa di Padang Pariaman, Dipecat Tanpa Surat dan Gaji
Ketua DPD KSPSI Sumbar, Ruli Eka Putra. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Gelombang Protes Buruh Sumbar: Upah Dipotong, Anggaran BPJS Diduga Digelapkan Perusahaan
Takjil dan Bisnis Selama Ramadan
Takjil dan Bisnis Selama Ramadan
Tahun Ini, PIER Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen
Tahun Ini, PIER Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen
Petani Pesisir Selatan Harapkan Harga Gambir Stabil Kisaran Rp 30 Ribu
Hilirisasi Cepat Gambir