BPBD: Korban Gempa Solok Selatan Bertambah Jadi 48 Orang

BPBD: Korban Gempa Solok Selatan Bertambah Jadi 48 Orang

Warga melihat bangunan yang rusak akibat gempa 5,3 SR di Solok Selatan (Foto: BPBD Solok Selatan)

Langgam.id – Korban gempabumi dengan kekuatan 5,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan hingga pukul 12.00 WIB bertambah menjadi 48 orang yang tersebar di empat nagari.

Sumardianto, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan melalui rilis yang diterima Langgam.id menyebutkan, korban hingga saat ini sudah mendapat perawatan dari tim medis.

“Posko kesehatan ada di empat titik. Satu orang korban ada yang dirawat di RSUD Solok Selatan dan korban lainnya dirawat di posko kesehatan,” ujarnya.

BPBD dan tim telah membuka posko kesehatan di Puskesmas Mercu, Puskesmas Abai, Puskesmas Talunan dan Puskesmas Bidar Alam.

Hingga saat ini, data BPBD Kabupaten Solok Selatan, daerah yang terdampak ada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kecamatan Sangir Batanghari dan Kecamatan Sangir Jujuan.

Data korban, kata Sumardianto, yaitu di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Nagari Sungai Kunyit (22 orang), Nagari Taluan Maju (23 orang). Di Kecamatan Sangir Batang Hari, Nagari Ranah Pantai Cermin (2 orang).

Sedangkan di Kecamatan Sangir Jujuan, Nagari Lubuak Malako (1 orang).

Jumlah korban luka ringan, di rawat di Puskesmas Mercu (22 orang), Puskesmas Abai (2 orang), Puskesmas Talunan (23 orang), Puskesmas Bidar Alam (1 orang) dan RSUD Solok Selatan (1 orang).

BPBD Solok Selatan sudah mendirikan dapur umum untuk peneyediaan logistik bagi korban terdampak, serta juga menyediakan tenda-tenda pengungsian. (*/FZ)

Baca Juga

salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Penghuni Huntara Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar