Ancaman Kekeringan Pascabencana, Warga Berharap Perbaikan Irigasi Gunung Nago Cepat Selesai

Ancaman Kekeringan Pascabencana, Warga Berharap Perbaikan Irigasi Gunung Nago Cepat Selesai

Ember, jirigen hingga tedmon berukuran besar berjejer di depan rumah warga yang menanti air bersih. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id- Warga di kawasan Korong Gadang dan Lambung Bukik,  Kuranji, Kota Padang, berharap Pemerintah Kota Padang segera memperbaiki Irigasi Gunung Nago yang terdampak akibat banjir badang pada November 2025 lalu.

Irigasi yang rusak tersebut berdampak pada potensi kekeringan di sejumlah daerah. Salah satunya di Korong Gadang dan Lambung Bukik, Kelurahan Kuranji.

Warga menilai kerusakan saluran irigasi, menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan air yang selama ini mengisi sumur-sumur warga.

Di depan sejumlah rumah, tampak deretan toren berisi bantuan air bersih. Warga mengandalkan pasokan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kekeringan yang telah berlangsung sekitar delapan bulan semenjak banjir bandang pada akhir tahun 2025.

Seorang warga Korong Gadang, Gusnimar, mengatakan perbaikan Irigasi Gunung Nago menjadi harapan utama masyarakat. 

Karena aliran air irigasi yang kembali normal akan membantu air meresap ke dalam tanah, sehingga sumur bor warga kembali terisi.

“Kalau irigasi kembali mengalir, air bisa meresap ke tanah. Saat hujan, sumur kami kembali berisi. Tapi kalau hujan tidak turun, biasanya tiga hari saja air di sumur sudah habis,” katanya, Jumat (24/7/2026).

Gusnimar mengatakan, ketika sumur mengering dan bantuan air bersih belum datang, ia terpaksa mengambil air ke masjid yang berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari rumahnya. 

Air diangkut menggunakan sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Pergi jempur air itu letih dan penat, dalam sehari dua kali jemput 4 jeregen besar,” katanya.

Selama ini, kata dia, warga sangat bergantung pada distribusi air bersih dari pemerintah. Air tersebut ditampung di tedmon yang ditempatkan di depan rumah warga, dan kerap dibagi kepada tetangga yang belum mendapatkan pasokan.

“Kalau ada tetangga yang belum kebagian air, kami berbagi. Karena semua sama-sama membutuhkan,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Lurah Lambung Bukik, Anto. Ia meminta perbaikan Irigasi Gunung Nago dipercepat agar aliran air kembali mengalir ke kawasan tersebut.

Menurutnya, normalnya aliran irigasi akan meningkatkan resapan air ke dalam tanah. 

Kondisi itu diharapkan dapat mengisi kembali sumur-sumur bor warga, sehingga ketergantungan terhadap bantuan air bersih berkurang.

“Kami berharap perbaikan Irigasi Gunung Nago segera dilakukan. Kalau aliran air kembali normal, sumur-sumur warga juga bisa kembali terisi,” katanya. (fix)

Baca Juga

Presiden Prabowo saat pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8)
Presiden Prabowo Perintahkan Panglima dan Kapolri Usut Tambang Ilegal di Daerah
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian
Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat pengawasan terhadap travel umrah yang belum mengantongi izin operasional.
Kemenhaj Sumbar Akan Tindak Tegas Travel Umrah Tak Berizin
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai