BMKG Perkirakan Sumbar Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir 

Langgam.id-hujan di sumbar

Ilustrasi hujan. [foto: canva.com]

Langgam.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Pariaman memperkirakan wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih diguyur hujan hingga dua hari ke depan.

Kepala BMKG Padang Pariaman Sakimin mengatakan, berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, cuaca Sumbar pada siang sampai sore hari ini (1/11/2021) di sebagian besar wilayah diprediksi hujan ringan sampai hujan lebat.

“Siang ini di Sumbar diperkirakan hujan ringan, sampai potensi hujan lebat di wilayah Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Pesisir Selatan,” ujarnya saat dihubungi langgam.id, Senin (1/11/2021).

Sedangkan untuk malam harinya, ia menyebut berpotensi berawan hingga hujan ringan sampai sedang di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Kab. Solok, Dharmasraya.

Untuk suhu udara di Sumbar hari ini, ia menjelaskan, antara 16 hingga 30 derajat Celcius. Sedangkan tingkat kelembapan udara berkisar antara 65 hingga 98 persen.

Sakimin menambahkan, bahwa untuk Selasa (2/11/2021), akan terjadi cerah berawan hingga hujan sedang. Sedangkan hujan lebat pada hari itu akan terjadi di Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Bukittinggi, Kabupaten Solok, Sijunjung.

Pada malam harinya, ia mengungkapkan juga akan berpotensi hujan ringan sampai sedang. Potensi hujan lebat akan terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Dharmasraya.

“Pada dini harinya juga akan  berawan sampai potensi hujan ringan sampai sedang di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Agam. Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung Dharmasraya,” katanya.

Terkait untuk suhu udara di Sumbar pada hari itu, ia menyebut, antara 16 hingga 30 derajat Celcius. Sedangkan tingkat kelembapan udara berkisar antara 65 hingga 98 persen.

Warga Diminta Waspada

Sakimin meminta masyarakat untuk waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang yang berpotensi terjadinya petir atau kilat pada sore hari.

Yaitu, di sebagian wilayah Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Bukittinggi, Kabupaten Solok, dan Sijunjung.

Sedangkan pada malam hari juga terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam. Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung dan Dharmasraya.

Prakiraan cuaca Rabu (3/11/2021) kata Sakimin, potensi hujan ringan sampai sedang terjadi pagi sampai sore hari. Yaitu, di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan.

Sedangkan untuk wilayah yang akan diguyur hujan lebat pada hari itu terang Sakimin ialah Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh. Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung dan Dharmasraya.

Baca juga: BMKG: Musim Hujan di Sumbar Akan Terjadi hingga April 2022

“Pada malam harinya, juga akan terjadi berawan sampai potensi hujan sedang di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan. Dan untuk suhu udara ia menyebut masi sama dengan hari sebelumnya,” bebernya.

Puncak Musim Penghujan

Sakimin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Hal ini terkait Sumbar sedang memasuki puncak musim penghujan.

“Namun masyarakat juga harap tetap meningkatkan kewaspadaan, memasuki puncak musim penghujan. Terutama yang tinggal di daerah yang rawan bencana hidrometeorology,” jelasnya.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Langgam.id-cerah berawan
BMKG: Cuaca Kota Padang Cerah Hari Ini, Suhu Capai 30 Derajat Celsius
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu