Berstatus Siaga Bencana hingga Desember, Pemkab Dharmsraya Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor

Langgam.id - BMKG mencatat Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu daerah di Sumbar yang berstatus siaga bencana hingga Desember 2022.

Ilustrasi Longsor. [Foto: Ridho/langgam.id]

Langgam.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu daerah di Sumatra Barat (Sumbar) yang berstatus siaga bencana hingga Desember 2022.

Ditambah lagi, tingginya curah hujan yang disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya sejak berapa minggu terakhir, Pemkab Dharmasraya mengingatkan jajarannya dan masyarakat untuk mewaspadai potensi ancaman bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

"Kami imbau seluruh masyarakat agar tetap waspada bencana alam , mengingat curah hujan yang tinggi sejak seminggu terakhir ini," ujar Analisis Kebencanaan BPBD Dharmasraya, Ardianus Efendi, Rabu (9/11/2022).

Saat ini, BPBD Dharmasraya juga telah memetakan wilayah-wilayah rawan banjir, setidaknya ada delapan kecamatan, seperti Kecamatan Pulau Punjung, Timpeh, Tiumang, Padang Laweh, Sembilan Koto, Koto Baru, Koto Besar, dan Asam Jujuhan.

"Sedangkan untuk titik rawan tanah longsor berada di Kecamatan Sembilan Koto, karena geografis daerah yang berbukitan. Sembilan Koto adalah wilayah yang tidak tidak ada jalur alternatif apabila terjadi longsor, sehingga pimpinan memberi atensi khusus untuk penanganan bencana di sana, jangan sampai warga terisolir. Kalau terjadi bencana segera kirim bantuan kesana," ungkapnya.

Menurut Ardianus, bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Dharmasraya terjadi akibat luapan sungai Batang Hari, serta sungai-sungai sedang yang membentang di daerah itu.

"Hanya saja yang terjadi biasanya hanya banjir lewat, artinya jika intensitas hujan tinggi sejak malam dan paginya akan banjir, biasanya siang air juga sudah mulai surut, sehingga tidak ada warga yang mengungsi. Namun demikian, kita tegaskan tetap waspada dalam kondisi apapun," ucapnya.

BPBD Dharmasraya, lanjut Ardianus, juga telah melakukan langkah antisipasi peringatan dini terjadinya bencana, di antaranya sosialisasi melalui radio, grup media sosial, dan grup percakapan pesan singkat terkait kesiapansiagaan menghadapi bencana kepada masyarakat.

"Begitu juga dalam waktu dekat kita akan menerbitkan surat imbauan perihal peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana banjir dan tanah longsor, ini akan ditujukan ke kecamatan agar diteruskan ke nagari-nagari," paparnya.

BPBD, tambah Ardianus, juga memastikan kesiasiagaan tim dan peralatan untuk memberikan penyelamatan kepada warga apabila terjadi bencana, sebutnya BPBD Dharmasraya telah menyiagakan setidaknya20 personel perahu, mobil evakuasi, tenda, singso, dan lainnya yang siap 1x24 jam untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.

Baca juga: Dharmasraya Prioritaskan Honorer Senior Diangkat Jadi PPPK

BPBD Dharmasraya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan apabila terjadi bencana di wilayah mereka melalui Pusat Operasional Penanggulangan Bencana di nomor kontak 085263097220 dan 081277058276.

Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Sebanyak 13 mahasiswa yang terdampak bencana alam banjir bandang di Agam menerima beasiswa pendidikan dari Yayasan Minang Diaspora.
Minang Diaspora Serahkan Beasiswa Bagi 13 Mahasiswa Terdampak Bencana di Agam
Sebanyak 25 unit hunian sementara untuk pengungsi banjir bandang di beberapa kecamatan di Tanah Datar akan dibangun oleh FRPB
25 Unit Hunian Sementara Dibangun untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Tanah Datar
Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengunjungi dua Sekolah Dasar di Kabupaten Agam pada Jumat (24/5/2024). Sekolah tersebut yaitu SD 05
Wagub Sumbar Kunjungi Anak-anak Korban Bencana di Agam
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Presiden Joko Widodo (Jokowi)) memerintahkan Kementerian PUPR untuk menambah jumlah sabo dam di Sumatra Barat (Sumbar). Hal itu dilakukan untuk mencegah bencana banjir bandang
Butuh 56 Sabo Dam Atasi Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Jokowi: Sekarang Baru Ada Dua
Presiden Joko Widodo menilai penanganan bencana di Sumatra Barat, yaitu di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, sudah berjalan
Presiden Nilai Penanganan Bencana di Sumbar Sudah Berjalan Baik