Langgam.id – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Senin (6/7/2026).
Pantauan Langgam.id, antrean panjang masih terlihat di SPBU kawasan Khatib Sulaiman. Antrean kendaraan berada di jalur pengisiam biosolar yang mencapai hampir satu kilometer.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Aie Pacah. Antrean kendaraan didominasi oleh truk-truk yang menunggu giliran mengisi BBM. Sementara itu, antrean panjang juga terlihat di SPBU kawasan Ampang.
Seorang pengemudi, Junaidi (48), mengungkapkan antrean BBM sudah terjadi hampir dua minggu belakangan. Ia mengaku mengantre bisa sampai 3 jam.
“Pernah mengantre sampai 3 jam. Sekarang sudah mengantre satu jam untuk pengisian BBM subsidi solar,” katanya.
Sementara itu, pengawas SPBU Aie Pacah, Wili Eka Putra, mengklaim antrean kendaraan yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM. Namun, melainkan keterlambatan pasokan dari Integrated Terminal (IT) Bungus Teluk Kabung.
“Pertalite tidak ada putus. Namun antreannya memang panjang. Tidak hanya pertalite, antrean untuk biosolar juga sama,” ujar Wili.
Menurutnya, permasalahan yang menyebabkan antrean masih sama seperti beberapa hari terakhir, yakni keterlambatan distribusi BBM dari IT Bungus Teluk Kabung.
Kondisi tersebut dipicu oleh pengerjaan Jembatan Jeruai di kawasan Bungus yang berdampak pada kelancaran distribusi BBM menuju sejumlah SPBU di Kota Padang.
Meski demikian, Wili memastikan SPBU Aie Pacah tidak pernah mengalami kekosongan stok BBM, baik untuk jenis pertalite maupun biosolar.
“Kami tidak sempat mengalami kosong BBM. Stok pertalite dan biosolar tetap tersedia. Cuman antrean saja yang panjang,” katanya. (WAN)




