Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU Padang, Mengular Capai 1 Kilometer

Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU Padang, Mengular Capai 1 Kilometer

Truk-truk mengantre di SPBU untuk mendaptkan boiosolar. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id).

Langgam.id – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Padang pada Selasa (11/8/2026). 

Pantauan Langgam.id di tiga lokasi SPBU, terlihat antrean kendaraan mengular mencapai satu kilometer. Terparah terjadi di SPBU Pisang.

Sementara itu, antrean di SPBU Pasar Ambacang sekitar 700 meter. Adapun antrean di SPBU Taruko Bypass sekitar 300 meter.

Antrean kendaraan didominasi truk yang hendak mengisi biosolar. Kendaraan mengular di sepanjang akses jalan menuju SPBU dan sebagian berada di badan jalan.

Di sejumlah titik, antrean truk diberi jarak. Hal itu dilakukan ketika terdapat akses menuju gerai, rumah makan, atau bangunan lain di sepanjang jalan.

Antrean kendaraan tersebut telah terlihat sejak pagi. Para sopir mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan biosolar.

Iswandi, seorang sopir truk tronton, mengaku telah mengantre sekitar empat jam di SPBU Taruko Bypass.

Saat ditemui, truk Iswandi hanya berjarak sekitar empat kendaraan dari lokasi pengisian BBM. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab antrean di SPBU tersebut selalu panjang.

“Saya sudah sekitar empat jam mengantre. Sekarang tinggal empat mobil lagi,” katanya. 

Menurut Iswandi, antrean panjang juga berkaitan dengan aktivitas kendaraan yang mengisi BBM untuk kebutuhan tertentu. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab antrean panjang tersebut.

“Kalau mobil lansir pasti ada, tapi tidak bisa untuk ditandai,” katanya.

Sopir truk lainya, Rahmat, memilih mengantre di SPBU Pisang karena berharap bisa mendapatkan biosolar. Ia mulai mengantre sekitar pukul 09.00 WIB.

Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, truk Rahmat baru mendapatkan kesempatan mengisi BBM. Artinya, ia menghabiskan waktu sekitar tiga jam dalam antrean.

“Saya dari sekitar pukul 9 pagi mengantre. Sekitar pukul 12 baru bisa mengisi,” ujarnya.

Sopir boks Izuzu, Dedek, juga memilih mengantre di SPBU Pisang. Menurutnya, antrean di SPBU tersebut memang panjang, tetapi peluang mendapatkan biosolar dinilai lebih pasti.

“Di sini jarang habis solar. Walaupun antre lama, solar pasti dapat,” ungkapnya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah SPBU lain. Menurutnya, pengendara terkadang sudah mengantre cukup lama, tetapi BBM habis ketika tiba giliran mengisi.

“Kalau di SPBU lain, kadang sudah lama mengantre. Begitu sampai giliran, ternyata solar habis,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

4 Orang Mengaku Wartawan Diduga Peras SPBU di Sijunjung, Airgun dan Tongkat Bisbol Disita
4 Orang Mengaku Wartawan Diduga Peras SPBU di Sijunjung, Airgun dan Tongkat Bisbol Disita
penganiayaan padang
Massa Rusak Mobil Milik 4 Orang Mengaku Wartawan dari Riau, Dipicu Ancam Viralkan Pelansiran BBM di Sijunjung
Perkuat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar, Pertamina Masifkan Koordinasi Lintas Sektor
Perkuat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar, Pertamina Masifkan Koordinasi Lintas Sektor
Polisi Sidak 3 SPBU di Sijunjung, Pastikan Tak Ditemukan Praktik Langsiran BBM Subsidi
Polisi Sidak 3 SPBU di Sijunjung, Pastikan Tak Ditemukan Praktik Langsiran BBM Subsidi
Polda Sumbar Gencarkan Patroli ke SPBU Cegah Penyelewengan Biosolar
Polda Sumbar Gencarkan Patroli ke SPBU Cegah Penyelewengan Biosolar
Polisi Tangkap Pria Bawa 620 Liter Biosolar di Limapuluh Kota, Dijual Lagi Rp14.000 per Liter
Polisi Tangkap Pria Bawa 620 Liter Biosolar di Limapuluh Kota, Dijual Lagi Rp14.000 per Liter