Langgam.id – Polisi masih melakukan pemeriksaan keempat orang yang mengaku sebagai wartawan, usai diduga melakukan pemerasan terhadap manajemen SPBU di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar).
Tindakan pria masing-masing berinisial MR, MYH, D dan SR ini memicu amarah massa. Mobil yang ditumpangi keempat orang asal Provinsi Riau ini langsung dirusak massa.
Kasi Humas Polres Sijunjung AKP Irwan Doni mengatakan, hasil pemeriksaan awal, perusakan mobil oleh massa diduga dipicu pengambilan video di area SPBU yang disebut adanya aktivitas pelansiran BBM.
Keempat orang ini kemudian meminta sejumlah uang dan BBM kepada pihak SPBU, agar aktivitas pelansiran BBM tidak diviralkan. Polisi mengklaim, pelansiran BBM tersebut tidak ada.
“Keempat orang ini sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. Arahnya kemungkinan segera ditetapkan tersangka dugaan pemerasan,” ujar Irwan dihubung langgam.id, Jumat (28/8/2026).
Kata Irwan, kepolisian juga sedang mendalami kepemilikan senjata diduga airgun yang ditemukan di dalam mobil. Berikut dengan selongsong peluru, serta tongkat bisbol.
“Senjata ini ada di dalam mobil. Kami sedang memeriksa legalitas airgun, termasuk uji balistik juga direncanakan untuk mengetahui status dan fungsi senjata tersebut,” ucapnya.
Peristiwa perusakan mobil ini terjadi pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 00.05 WIB. Berdasarkan laporan kepolisian, masyarakat mengamankan keempat orang tersebut karena resah.
Mereka melakukan aktivitas peliputan tersebut diduga berkaitan dengan tudingan adanya praktik pelangsiran BBM bersubsidi. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, pihak SPBU membantah adanya aktivitas pelangsiran.
Pihak SPBU menjelaskan antrean kendaraan terjadi karena tingginya permintaan, termasuk kendaraan pengangkut hasil sawit yang melakukan pengisian sesuai barcode.
Selain itu, keterlambatan pasokan BBM dari mobil tangki Pertamina juga disebut menjadi salah satu faktor antrean, menyusul adanya sejumlah pekerjaan perbaikan jalan di kawasan Sitinjau Lauik dan Kabupaten Solok.
Situasi kemudian memanas. Massa mengepung kendaraan yang digunakan keempat orang itu hingga terjadi perusakan terhadap mobil.
Sekitar pukul 00.30 WIB, personel Polsek Kamang Baru mengevakuasi keempat orang tersebut ke mapolsek untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Dalam pemeriksaan awal, kata Irwan, keempatnya mengaku sebagai wartawan dari Pekanbaru. Kartu identitas wartawan yang mereka tunjukkan disebut dibuat melalui proses fotokopi di Pekanbaru.
“Kami masih memeriksa sejumlah saksi, mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi,” pungkasnya. (WAN)






