Longsor di Kawasan Tambang Silokek, 4 Korban Luka-Luka

Longsor di kawasan tambang Silokek, Kabupaten Sijunjung, Minggu (23/8/2026).

Longsor di kawasan tambang Silokek, Kabupaten Sijunjung, Minggu (23/8/2026).

Langgam.id- Longsor di tebing di kawasan tambang emas aliran Sungai Kuantan, Silokek, Kabupaten Sijunjung menyebabkan empat orang penjaga ponton mengalami luka-luka.

Kasi Humas Polres Sijunjung AKP Irwan Doni mengatakan, ada empat orang korban mengalami luka ringan.

“Empat orang ini penjaga ponton, mengalami luka-luka ringan dan sudah dibawa ke Puskesmas terdekat,” kata Irwan kepada Langgam.id.

Kata Irwan, longsor terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Material dari tebing kawasan tambang kemudian longsor ke arah aliran sungai.

“Keempat korban penjaga ponton, tidak sedang lakukan aktivitas tambang ,” ujarnya.

Selain menyebabkan empat pekerja terluka, longsor juga menimbun 12 ponton yang digunakan untuk aktivitas penambangan emas.

Irwan menambahkan, polisi telah memberikan imbauan agar aktivitas pertambangan tidak dilakukan di kawasan tersebut. Namun, aktivitas penambangan masih ditemukan hingga terjadinya longsor.

“Kami sebelumnya sudah mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas tambang di kawasan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga

Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan. (Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)
Sumbar Kerap Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Peran Lereng dan Pegunungan
Kemenag Ajukan Perbaikan Empat Rumah Ibadah Terdampak Galodo Solok
Kemenag Ajukan Perbaikan Empat Rumah Ibadah Terdampak Galodo Solok
Sisa lumpur galodo di sejumlah rumah warga di Arusoka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9/2026)/ Ghafar.
Kalang Kabut Para Pedagang Menyelamatkan Nyawa dari Arus Galodo Solok