Bansos Kembali Dicairkan, Pemko Padang Akan Pakai Data Lama

Bansos Covid-19 Padang

Ilustrasi bantuan. (Istimewa)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang akan memakai data tahun 2020 untuk masyarakat yang menerima bantuan sosial (bansos). Data itu akan digunakan dalam penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Data yang lama, yang lama sudah ada kriterianya yang diberikan Pak Presiden kepada kami melalui Kemensos,” kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah kepada langgam.id, Senin (4/1/2021).

Terkait penyaluran, Mahyeldi belum mendapatkan jadwal. Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Dinas Sosial Padang, Afriadi.

Dikatakan Afriadi, pembahasan bantuan sosial akan dilakukan secara virtual siang ini bersama Kemensos di Istana. Pihaknya masih menunggu data dari Kemensos.

“Ini serentak se-Indonesia. Ada sembako, BST (Bantuan Sosial Tunai) dan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan). Kemungkinan, saya belum tahu pasti juga, karena orang pusat belum kirim data,” jelasnya.

Menurut Afriadi, jika dilihat dari data lama, ada 28 ribu orang akan menerima BST. Sedangkan PKH ada 18 ribu penerima. “Yang belum tahu sekarang bantuan sembako, data mana yang akan diambil. Jam 14.00 nanti, tunggu hasilnya,” sambung Afriadi. (Irwanda/Ela)

Baca Juga

Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG