Penjelasan Pakar Pendidikan Agar Penerapan PJJ Tidak Sebatas Formalitas

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.

Langgam.id– Sejumlah daerah kembali menerapkan  Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ untuk ke sekian kalinya di tengah kualitas udara yang memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Penerapan PJJ yang kerap berulang beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian oleh pemerintah daerah dalam memastikan proses belajar dan mengajar tetap berjalan efektif. 

Pengamat Pendidikan Muhammad Kosim menilai profesionalitas perlu menjadi hal yang diperhatikan dalam pelaksanaan PJJ di Sumbar. Sehingga proses target pembelajaran tetap tercapai meski dilaksanakan daring.

“Dinas mesti memberikan panduan penerapan sekolah jarak jauh yang efektif untuk memastikan siswa mengikuti proses pembelajaran. Namun fakta saat ini anak-anak itu masih banyak berkeliaran di luar, hal ini di duga karena tidak jelas instruksi belajar dirumah seperti apa,” ujarnya Kamis (15/10/2026).

PJJ yang efektif juga harus ditopang dengan sarana dan fasilitas yang memadai, namun kata Kasim tidak seluruh memiliki hal tersebut. Di samping itu, juga ada kebutuhan paket internet yang harus dipenuhi oleh siswa agar dapat mengikuti pembelajaran daring.

“Namun kenapa PJJ banyak dikeluhkan? Karena tidak semua sekolah siap untuk PJJ, kalau kita ikuti konsep PJJ yang sebenarnya tentunya tidak akan ditemukan masalah, justru itu membantu di tengah ancaman kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu dasar dari penerapan pembelajaran jarak jauh yaitu self control atau penguasaan diri pada siswa. “Ini yang menjadi PR besar, kalau guru bisa menanamkan self control ini pada setiap siswa PJJ akan terlaksana dengan efektif,” katanya.

Kasim menambahkan, jika hanya sekadar diberikan tugas dan instruksinya tidak jelas, lalu anak-anak yang diharapkan belajar malah bermain di luar maka pelaksanaan PJJ hanya sebatas formalitas.

Sebelumnya, sejumlah kabupaten/kota kembali menerapkan PJJ akibat kualitas udara yang memburuk lantaran asap Karhutla. Di antaranya Kota Padang, Bukittingi, Dharmasraya, Pariaman, Agam, Limapuluh Kota, Payakumbuh, hingga Kabupaten Solok,

Baca Juga

Asap menyelimuti Kota Padang, Jumat (4/9/2026).
Sumbar Minim Titik Api, BMKG Sebut Kepulan Asap Datang dari Luar Sumbar
DPRD Kota Padang Panggil Pertamina Terkait Pertalite Diduga Campur Semen
DPRD Kota Padang Panggil Pertamina Terkait Pertalite Diduga Campur Semen
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kualitas Udara Memburuk, Kota Padang Kembali Terapkan PJJ
Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang Kota Padang, Tata Ruang Lumin Park Dinilai Bermasalah
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400/1140 /Kesra/XII-2023 tentang Pergantian Tahun Baru Masehi di
Kualitas Udara Memburuk, Pemko Bukittinggi Kembali Berlakukan Sekolah Jarak Jauh 
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Empat Kali Dilanda Banjir, Warga Lapau Munggu Desak Pemda Keruk Sungai yang Kian Dangkal