20 Warga Diduga Keracunan Usai Kegiatan Trauma Healing Anak Terdampak Banjir Bandang Solok

Langgam.id – Sebanyak 20 warga yang terdiri dari satu orang dewasa dan 19 anak-anak dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) setelah diduga keracunan etelah mengonsumsi makanan dan minuman dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir bandang pada Sabtu (3/10/2026) sore.

Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy mengatakan, kegiatan tersebut tidak berada dalam koordinasi Pemerintah Kabupaten Solok. Kegiatan itu disebut dilaksanakan oleh sebuah lembaga asal Kota Solok yang berkoordinasi langsung dengan pengurus masjid setempat.

“Mereka membagikan minuman susu yang sudah difermentasi. Malam harinya, anak-anak diduga mengalami keracunan dan dilarikan ke RSUD,” kata Masheri saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, Pemkab Solok baru mengetahui adanya kejadian tersebut setelah para korban dibawa ke rumah sakit. Sebelumnya, tidak ada laporan maupun koordinasi dari pihak penyelenggara kegiatan dengan posko penanganan bencana ataupun Pemkab Solok.

“Mereka hanya berkoordinasi dengan pengurus masjid. Dari pengurus masjid itulah mereka meminta bantuan untuk mengumpulkan anak-anak,” ujarnya.

Masheri menjelaskan, apabila kegiatan tersebut dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemkab Solok, pemerintah daerah dapat memberikan pendampingan, termasuk memastikan aspek keamanan dan kebutuhan anak-anak terdampak bencana.

“Kalau ada laporan, tentu akan kami dampingi. Namun kegiatan ini tidak ada laporan,” kata dia.

Ia menyebut jumlah korban yang tercatat hingga Sabtu malam mencapai 20 orang. Para korban kemudian mendapatkan penanganan di RSUD Arosuka.

“Sampai saat ini yang tercatat ada 20 orang korban,”katanya.

Pemkab Solok saat ini meminta laporan dari pengurus masjid dan lembaga yang menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk mengetahui secara jelas rangkaian kegiatan serta makanan dan minuman yang diberikan kepada peserta.

“Saat ini kami sedang membuat dan meminta laporan dari pengurus masjid serta lembaga tersebut,” ungkapnya.

Terkait kondisi para korban dan penanganan medis setelah dugaan keracunan tersebut, Masheri meminta informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Solok.

“Untuk penanganan dan data langsung dari rumah sakit,” jelasnya.

Langgam.id sudah menghubungi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Alber Fitri Eka Surya melalui pesan dan telepon untuk dimintai keterangan terkini terkait kondisi korban yang masih melakukan perawatan di RSUD Arosuka. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang diberikan. (WAN)

Baca Juga

Tanggap Darurat Galodo Solok Diperpanjang, Pembersihan Material Dikebut
Tanggap Darurat Galodo Solok Diperpanjang, Pembersihan Material Dikebut
Kantor Pemkab Solok Diwacanakan Pindah, Ini Kata Bupati
Kantor Pemkab Solok Diwacanakan Pindah, Ini Kata Bupati
Bupati Solok Belum Pastikan Perpanjangan Tanggap Darurat, Tunggu Perkembangan
Bupati Solok Belum Pastikan Perpanjangan Tanggap Darurat, Tunggu Perkembangan
Penanganan Galodo Belum Tuntas, Pemkab Solok Evaluasi Masa Tanggap Darurat
Penanganan Galodo Belum Tuntas, Pemkab Solok Evaluasi Masa Tanggap Darurat
Cerita Pengungsi Galodo Solok Bertemu Gibran: Biasanya Lihat di HP, Kini Bisa Salaman
Cerita Pengungsi Galodo Solok Bertemu Gibran: Biasanya Lihat di HP, Kini Bisa Salaman
Langgam.id - Dua pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgAPA) masih dirawat di RSUP M Djamil Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
Kondisi Korban Galodo Solok Mulai Membaik, Selesai Operasi Patah Tulang di RS M Djamil