Cerita Warga Ungkap Riwayat Batang Baliang: Kecil Saat Kemarau, Mengamuk Saat Hujan Lebat

Langgam.id – Di balik tumpukan batu, kayu dan lumpur yang masih memenuhi kawasan Arosuka, Kabupaten Solok ada satu aliran sungai yang kini menjadi perhatian warga, yakni Sungai Batang Baliang.

Secara kasat mata, sungai yang berada tidak jauh dari kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok itu tidak terlihat seperti sungai besar. Lebarnya terbatas dan debit airnya relatif kecil.

Bahkan, pada musim kemarau panjang, aliran sungai itu disebut warga bisa sangat kecil hingga nyaris mengering.

Hal itu diungkapkan Erison (66), warga yang telah lama tinggal di Arosuka. Kepada Langgam.id, ia membenarkan kondisi Batang Baliang pada musim kemarau memang jauh berbeda dibandingkan saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

“Kalau kemarau, airnya kecil. Kalau kemarau panjang, bisa hampir kering,” katanya, Kamis (24/9/2026).

Namun, kondisi itu berubah ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Menurut Erison, debit Batang Baliang dapat meningkat secara signifikan hingga tidak seperti kondisi normal.

Ia bukan hanya menyaksikan perubahan sungai tersebut dari kejauhan. Ruko miliknya menjadi salah satu bangunan yang terdampak langsung banjir bandang yang menerjang pada Senin (21/9/2026) malam.

Dia mengatakan, berdasarkan cerita orang terdahulu, banjir bandang dari kawasan Batang Baliang pernah terjadi sekitar dekade 1980-an. Namun ia tidak ingat pasti tahunnya.

Namun, untuk aliran banjir bandang yang sampai menghantam lokasi rukonya sekarang, peristiwa pada Senin malam menjadi yang pertama kali dialaminya.

Kata Erison, posisi rukonya berada sekitar 200 meter dari bibir Sungai Batang Baliang. Air dan material banjir dapat mencapai rukonya setelah terjadi penyumbatan pada bagian jembatan oleh kayu berukuran besar.

“Karena ada kayu besar menyumbat di jembatan, airnya mengarah ke sini,” ujarnya.

Erison mengungkapkan, ukuran Batang Baliang sejak dahulu memang tidak terlalu besar. Meski demikian, menurut pengetahuannya, aliran tersebut berkaitan dengan sistem sungai yang mengarah ke Batang Sumani dan Batang Lembang di Kota Solok.

Sumber air Batang Baliang, kata dia, berasal dari kawasan kaki Gunung Talang. Lokasi tersebut berada relatif dekat dengan kawasan Gunung Talang sehingga ketika hujan lebat terjadi di bagian hulu, debit air yang turun menuju aliran sungai dapat meningkat.

Ia menduga perubahan kondisi sungai dan penyempitan alur menjadi salah satu faktor yang membuat air tidak lagi tertampung ketika debit meningkat drastis.

“Karena mungkin sudah terjadi penyempitan sungai. Jadi ketika air besar, tidak tertampung lagi,” ungkapnya.

Kondisi itu, menurut Erison, kemudian membuat air keluar dari alur sungai dan menerjang kawasan di sekitarnya.

Selain air dalam jumlah besar, material batu dan kayu juga ikut terbawa arus. Erison menduga batu-batu berukuran besar yang ditemukan setelah banjir berasal dari kawasan hulu yang berada di kaki Gunung Talang.

“Kalau batu-batu besar itu, mungkin karena hulunya di kaki gunung. Bisa jadi batu dari gunung yang terbawa air, begitu juga kayu-kayu,” ujarnya.

Material tersebut kemudian terbawa bersama derasnya aliran hingga masuk ke kawasan Arosuka dan menghantam sejumlah bangunan, termasuk ruko milik Erison.

Kesaksian Erison memberikan gambaran mengenai perubahan karakter Batang Baliang ketika kondisi cuaca berubah ekstrem.

Sungai yang terlihat kecil dan bahkan hampir kering pada musim kemarau dapat berubah menjadi aliran deras ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu yang cukup lama. (WAN)

Baca Juga

Walhi Sumbar: Risiko Galodo Gunung Talang Sudah Dipetakan Sejak 2007
Walhi Sumbar: Risiko Galodo Gunung Talang Sudah Dipetakan Sejak 2007
Tim SAR Temukan Barang Milik Korban Galodo Solok, Celana hingga KTP
Tim SAR Temukan Barang Milik Korban Galodo Solok, Celana hingga KTP
Teriakan dari Balik Lumpur, Ika Berjuang Selamatkan 3 Anaknya dari Galodo Solok
Teriakan dari Balik Lumpur, Ika Berjuang Selamatkan 3 Anaknya dari Galodo Solok
Hari Ketiga Pascagalodo Solok, Alur Sungai Mulai Dibersihkan
Hari Ketiga Pascagalodo Solok, Alur Sungai Mulai Dibersihkan
Polda Sumbar Kerahkan 2 Anjing K9 Cari Korban Galodo Solok
Polda Sumbar Kerahkan 2 Anjing K9 Cari Korban Galodo Solok
Dinsos Solok Siapkan 3 Dapur Umum, 3.000 Porsi Makanan untuk Korban dan Relawan
Dinsos Solok Siapkan 3 Dapur Umum, 3.000 Porsi Makanan untuk Korban dan Relawan