Teriakan dari Balik Lumpur, Ika Berjuang Selamatkan 3 Anaknya dari Galodo Solok

Langgam.id – Kepanikan menyelimuti Ika Dian Wahyu Sari saat mengetahui listrik di rumahnya padam pada Senin (21/9/2026) malam. Bukan soal gelap, Ika justru cemas karena tiga anaknya sedang berada di rumah.

Saat itu, Ika bersama suaminya sedang berada di rumah nenek untuk menghadiri acara mendoa. Sementara tiga anak mereka, Naila (16), Saren (12), dan Akira (9), berada di rumah.

Naila sedang belajar menghadapi ujian sekolah, Saren mengerjakan tugas, sedangkan Akira sudah tertidur.

Sekitar pukul 19.30 WIB, listrik tiba-tiba padam. Ika semakin khawatir karena anak-anaknya menggunakan WiFi di rumah sehingga sulit dihubungi melalui telepon.

“Pas dapat berita lampu mati, saya langsung tidak enak perasaan. Soal mereka di rumah pakai WiFi, tentu tidak bisa dikontak,” ujar Ika, Kamis (24/9/2026).

Ika dan suaminya langsung bergegas pulang. Dalam perjalanan, mereka mendapat kabar bahwa kawasan Kayu Aro diterjang galodo.

Kekhawatiran Ika semakin menjadi-jadi ketika perjalanan menuju rumah mulai terhalang lumpur dan material banjir bandang. Sejumlah warga bahkan meminta Ika mengurungkan niat karena kondisi di lokasi masih berbahaya.

Namun, Ika tetap memilih melanjutkan perjalanan. Ia ingin memastikan sendiri kondisi ketiga anaknya.

“Perasaan orang tua, saya tetap mau ke sana lihat langsung. Jika mati pun, saya akan ke sana,” katanya.

Seorang petugas keamanan SMK setempat kemudian ikut membantu Ika menerobos kondisi tersebut. Saat tiba di sekitar permukiman, Ika melihat lumpur masih mengalir. Bagian dapur rumahnya juga telah jebol diterjang arus.

Dari dalam rumah, terdengar teriakan ketiga anaknya yang sedang berusaha menyelamatkan diri.

Berdasarkan cerita anak-anaknya, sebelum banjir bandang masuk ke rumah, mereka sempat merasakan getaran seperti gempa. Tak lama kemudian, air dan material mulai masuk.

Naila dan Saren berusaha menahan terjangan air dengan mendorong kursi ke pintu depan dan pintu dapur.

“Anak-anak menceritakan, sebelum banjir bandang terasa gempa, lalu tidak lama air naik. Maka mereka mendorong kursi ke pintu menahan air,” kata Ika.

Sesampainya di rumah, Ika mendengar suara ketiga anaknya dari dalam. Ia membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menemukan jalan masuk di tengah lumpur dan material banjir.

“Terdengar teriakan mereka. Sepuluh menit saya berusaha cari jalan dan mereka berteriak menyuruh saya mencari jalan ke depan,” tuturnya.

Ika akhirnya berhasil menerobos masuk dengan mengandalkan cahaya dari telepon genggam. Kondisi di dalam rumah sangat parah. Lumpur disebut sudah mencapai dada orang dewasa.

Ketiga anaknya bertahan di ruang tamu sambil menunggu pertolongan.

“Mereka menunggu dijemput di ruang tamu. Lumpur sudah tinggi, hampir sampai ke plafon,” ucapnya.

Begitu melihat cahaya telepon genggam mendekat, ketiga anak Ika langsung berteriak meminta pertolongan. Ika kemudian berhasil mengevakuasi Naila, Saren, dan Akira keluar dari rumah.

Menurut Ika, derasnya arus material tidak langsung menghantam ruang tamu karena tertahan tumpukan kayu dan gelondongan di salah satu sudut bangunan.

“Allah Maha Baik, ada kayu dan lumpur menghambat air hingga mereka tidak dihantam air,” ungkapnya.

Ika mengaku sangat bersyukur ketiga anaknya selamat. Ia membayangkan kondisi bisa berbeda jika proses evakuasi terlambat.

“Saya bersyukur sekali mereka selamat. Jika tidak, saya tentu akan gila. Jika terlambat sedikit, mungkin tidak bisa kami melihat mereka lagi,” ucapnya.

Kata Ika, galodo yang menerjang malam itu merupakan bencana terbesar yang pernah dialami warga setempat.

“Selama kami tinggal di sini, tidak ada banjir yang seperti ini,” tuturnya.

Kini, Ika bersama suami dan ketiga anaknya mengungsi di rumah mertuanya di Lubuk Selasih. Rumah mereka di Batang Barus sudah tidak dapat dihuni karena dipenuhi lumpur dan material kayu.

Di lokasi pengungsian, Ika mengatakan sejumlah kebutuhan dasar masih diperlukan, terutama untuk perempuan dan anak-anak.

“Saat ini kami mengungsi di rumah mertua di Lubuk Selasih. Bantuan yang diperlukan butuh pakaian dalam serta keperluan wanita lainnya,” pungkasnya. (WAN)

Baca Juga

Tim SAR Temukan Barang Milik Korban Galodo Solok, Celana hingga KTP
Tim SAR Temukan Barang Milik Korban Galodo Solok, Celana hingga KTP
Hari Ketiga Pascagalodo Solok, Alur Sungai Mulai Dibersihkan
Hari Ketiga Pascagalodo Solok, Alur Sungai Mulai Dibersihkan
Polda Sumbar Kerahkan 2 Anjing K9 Cari Korban Galodo Solok
Polda Sumbar Kerahkan 2 Anjing K9 Cari Korban Galodo Solok
Dinsos Solok Siapkan 3 Dapur Umum, 3.000 Porsi Makanan untuk Korban dan Relawan
Dinsos Solok Siapkan 3 Dapur Umum, 3.000 Porsi Makanan untuk Korban dan Relawan
Ahli Geologi Ingatkan Galodo Bisa Berulang, Hulu Gunung Talang Diminta Segera Ditata
Ahli Geologi Ingatkan Galodo Bisa Berulang, Hulu Gunung Talang Diminta Segera Ditata
Percepat Pemulihan Pascagalodo, Pemkab Solok Kerahkan ASN Bersihkan Kawasan Terdampak
Percepat Pemulihan Pascagalodo, Pemkab Solok Kerahkan ASN Bersihkan Kawasan Terdampak