Langgam.id – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Amri Anto (51), warga Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, yang dilaporkan terseret arus banjir bandang.
Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (20/9/2026), tim gabungan menyisir area yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus. Namun hingga operasi dihentikan sementara pada sore hari, keberadaan korban belum ditemukan.
Koordinator Pos SAR Pasaman Novi Yurandi mengatakan, pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim ke dalam dua search and rescue unit (SRU).
“Pencarian dilakukan dengan luas area sekitar 2 kilometer. Tim dibagi menjadi dua SRU untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban,” ujar Novi, Minggu (20/9/2026).
Pencarian dilakukan menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya perahu karet (LCR), peralatan SAR air, Aqua Eye, drone thermal, serta alat pendukung lainnya. Tim juga mendapat dukungan excavator untuk membantu pencarian di area terdampak banjir.
Meski telah dilakukan penyisiran, pencarian hari ketiga belum membuahkan hasil. Pada pukul 18.00 WIB, operasi dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Senin (21/9/2026) pukul 07.00 WIB.
Novi menyebutkan, pencarian melibatkan personel gabungan dari Pos SAR Pasaman sebanyak tujuh orang, Unit Siaga SAR Agam enam orang, Polres Pasaman 20 orang, BPBD Pasaman 11 orang, Kodim 0305 empat orang, lima local hero, serta sekitar 30 warga.
Peristiwa banjir bandang terjadi pada Jumat (18/9/2026). Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman sejak sekitar pukul 16.00 WIB.
Sekitar pukul 17.15 WIB, banjir bandang menerjang wilayah Kampung Parit, Jorong Tonang Raya. Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan terseret derasnya arus banjir.
Informasi kejadian diterima tim SAR dari Kepala Pelaksana BPBD Pasaman, Mardianto, pada Jumat sekitar pukul 18.27 WIB.
Lokasi kejadian berjarak sekitar 49,4 kilometer melalui jalur darat dari Pos SAR Pasaman dengan waktu tempuh sekitar dua jam.
Tim SAR gabungan akan kembali melakukan pencarian pada Senin pagi dengan menyisir area yang telah ditentukan serta melakukan evaluasi terhadap perkembangan operasi di lapangan. (WAN)






