Langgam.id – Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang melanda ibu kota Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, peningkatan kasus ISPA terlihat dari laporan fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas dan klinik.
“Karena adanya penurunan kualitas udara akibat kabut asap, sehingga pasien mengalami ISPA mengalami peningkatan,” ujar Srikurnia kepada Langgam.id, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan data Dinkes Kota Padang, terdapat 4.700 pasien teridentifikasi ISPA pada periode 17 hingga 23 Agustus 2026. Jumlah itu kemudian meningkat pada periode 24 hingga 30 Agustus 2026 menjadi sekitar 6.000 pasien.
Memasuki periode 31 Agustus hingga 6 September 2026, jumlah pasien ISPA tercatat menurun menjadi sekitar 4.900 pasien.
“Kalau dilihat rata-rata ada peningkatan. Dan, ada penurunan sejak awal September. Mungkin mereka sudah mulai mengonsumsi obat,” jelasnya.
Namun, lanjut Srikurnia, data harian menunjukkan jumlah pasien yang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan kembali mengalami peningkatan.
Pada 7 September 2026, tercatat sebanyak 315 pasien ISPA yang berobat. Jumlah ini meningkat menjadi 400 pasien pada 8 September 2026.
Srikurnia menambahkan, kasus ISPA paling banyak ditemukan di Kecamatan Koto Tangah.
“Yang paling banyak mengalami ISPA dari Koto Tangah, karena penduduk di sana dominan ramai dibanding yang lain,” tuturnya.
Ia mengungkapkan penanganan pasien ISPA dilakukan berdasarkan keluhan dan kondisi masing-masing pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Obat yang diberikan kepada pasien juga disesuaikan dengan keluhan dan kondisi masing-masing,” ucap Srikurnia.
Ia menegaskan, Dinkes Kota Padang turut melakukan langkah antisipasi dan mitigasi untuk mengurangi dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.
“Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya. (WAN)






