Kualitas Udara Padang Berbahaya, Siswa TK, SD dan SMP Belajar dari Rumah Selama 3 Hari

Kualitas Udara Padang Berbahaya, Siswa TK, SD dan SMP Belajar dari Rumah Selama 3 Hari

Kabut asap menyelimuti Kota Padang. (Foto: LSM/Langgam)

Langgam.id — Pemerintah Kota Padang memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD/TK, SD, dan SMP selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (9-11/9/2026).

Kebijakan tersebut diambil menyusul memburuknya kualitas udara Kota Padang akibat kabut asap yang masuk kategori berbahaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova mengatakan, PJJ diberlakukan sebagai langkah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anak akibat paparan udara yang tidak sehat.

“Sehubungan dengan kondisi cuaca dan dampak kabut asap yang semakin tebal, pembelajaran dilakukan secara jarak jauh untuk mengurangi risiko sakit pada anak,” kata Yopi kepada Langgam.id, Selasa (8/9/2026).

Menurut Yopi, kebijakan PJJ berlaku selama tiga hari, yakni Rabu hingga Jumat. Selama periode tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing siswa.

“Pembelajaran secara daring dilakukan mulai Rabu hingga Jumat. Sistem pembelajarannya kita serahkan kepada wali kelas masing-masing,” ujarnya.

Yopi juga meminta orang tua mengawasi aktivitas anak selama kualitas udara belum membaik. Anak diimbau tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara masih dipenuhi kabut asap.

“Kami mengimbau kepada orang tua untuk selalu memperhatikan anaknya apabila keluar rumah,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

“Kita pantau kualitas udara terus ke depannya,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat, kualitas udara Kota Padang pada Selasa (8/9/2026) malam masuk kategori berbahaya.

Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 332 dengan parameter kritis PM2.5.

Konsentrasi PM2.5 juga meningkat signifikan sepanjang Selasa. Pada pukul 19.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 310.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan partikulat PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Dengan penerapan PJJ, siswa diharapkan tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus beraktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara Kota Padang belum membaik. (HER)

Baca Juga

Wako Padang Dorong Kolaborasi dengan Rumah Sunnah Lansia, Perkuat Layanan Warga Emas
Wako Padang Dorong Kolaborasi dengan Rumah Sunnah Lansia, Perkuat Layanan Warga Emas
Wako Fadly Amran Dukung Marandang 2026, Jadi Ajang Kolaborasi Komunitas Kreatif di Padang
Wako Fadly Amran Dukung Marandang 2026, Jadi Ajang Kolaborasi Komunitas Kreatif di Padang
Pemko Padang Gandeng UniKL, Buka Peluang Beasiswa Kuliah Teknologi dan Hafalan Alquran
Pemko Padang Gandeng UniKL, Buka Peluang Beasiswa Kuliah Teknologi dan Hafalan Alquran
Pemko Padang Uji Coba Layanan Sedot Tinja Terjadwal
Pemko Padang Uji Coba Layanan Sedot Tinja Terjadwal
34 Tahun Mengabdi, Asisten III Pemko Padang Corri Saidan Pamit Jelang Purnatugas
34 Tahun Mengabdi, Asisten III Pemko Padang Corri Saidan Pamit Jelang Purnatugas
Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Wako Padang Minta Semua Pihak Bergerak
Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Wako Padang Minta Semua Pihak Bergerak