Kualitas Udara Tidak Sehat di Padang, Warga Mulai Keluhkan Batuk dan Tenggorokan Kering

Langgam.id – Kualitas udara Kota Padang masih berada pada kategori tidak sehat pada Jumat (4/9/2026). Kondisi udara ini mulai dikeluhkan masyarakat, terutama dampak kepada kesehatan.

Seorang warga, Anita, mengaku dampak udara yang tidak sehat dirinya mulai merasakan tenggorokan kering dan batuk. Ia memilih menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan udara.

“Sejak kondisi udara seperti ini, tenggorokan saya terasa kering dan mulai batuk. Kalau keluar rumah saya tetap pakai masker, lebih baik mencegah daripada nanti berdampak lebih parah ke kesehatan,” katanya kepada Langgam.id, Jumat (4/9/2026).

Warga lainnya, Rido, mengaku mulai memperhatikan kualitas udara saat beraktivitas di luar rumah setelah mengetahui kondisi ISPU di Padang. Jika tidak memungkin, ia memilih tetap di dalam rumah.

“Kalau memang kualitas udara sedang, saya lebih waspada. Apalagi kalau harus lama di luar,” ujarnya.

Kondisi udara Kota Padang pada pukul 10.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 194. Parameter kritis yang memengaruhi kondisi tersebut adalah PM2.5.

Pemantauan hingga pukul 14.00 WIB menunjukkan ISPU masih berada pada angka 190. PM2.5 tetap menjadi parameter kritis dalam kualitas udara di Kota Padang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Desrizal mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai kondisi udara saat ini.

“Untuk kondisi udara di Padang saat ini memang masuk kategori tidak sehat. Parameter yang paling berpengaruh adalah PM2.5,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan melihat perkembangan kualitas udara. Kalau harus beraktivitas di luar, sebaiknya menggunakan masker,” ungkapnya.

Desrizal menambahkan, pemantauan terhadap kualitas udara terus dilakukan. Menurutnya, kondisi itu dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan konsentrasi polutan.

“Data ini terus kita pantau karena kondisi kualitas udara bisa berubah. Masyarakat juga bisa mengikuti informasi dari pemantauan resmi,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

Pemprov Sumbar Jalin MoU dengan Jambi hingga Riau Soal Atasi Kabut Asap
Pemprov Sumbar Jalin MoU dengan Jambi hingga Riau Soal Atasi Kabut Asap
Beberapa bulan belakangan ini, curah hujan di Kota Padang rendah. Hal ini dikarenakan musim kemarau melanda Ibu Kota Sumbar
BPBD Sumbar Kirim Mobil Tangki Air ke Dharmasraya dan Padang Atasi Kekeringan
kemarau april
Dharmasraya dan Padang Alami Kekeringan, BPBD Distribusikan Air Bersih
Udara Padang Masih Berbahaya, Walhi Sumbar: Jangan Alihkan Tanggung Jawab ke Rakyat
Udara Padang Masih Berbahaya, Walhi Sumbar: Jangan Alihkan Tanggung Jawab ke Rakyat
Kabut Asap Selimuti Padang, Kapan Disdik Alihkan Sekolah ke Daring?
Kabut Asap Selimuti Padang, Kapan Disdik Alihkan Sekolah ke Daring?
Kualitas Udara Semakin Buruk, Walhi Minta Pemprov Verifikasi Titik Panas di Sumbar 
Kualitas Udara Semakin Buruk, Walhi Minta Pemprov Verifikasi Titik Panas di Sumbar