Viral Kopdes di Ngarai Sianok, Ahli Geologi: Kawasan Rawan Banjir Bandang

Viral Kopdes di Ngarai Sianok, Ahli Geologi: Kawasan Rawan Banjir Bandang

Kopdes Merah Putih di Nagari Sianok Anam Suku, Kabupaten Agam. (Foto: TikTok @anakbungsu_111)

Langgam.id– Koperasi Desa/Kelurahan atau Kopdes Merah Putih di Nagari Sianok yang viral di sosial media menjadi sorotan publik lantaran berada di tepi bantaran sungai. Ahli geologi menilai lokasi koperasi tersebut rawan banjir bandang.

Ahli Geologi Ade Edwar mengatakan terdapat dua persoalan pada bangunan Kopdes di Ngarai Sianok tersebut. Pertama, bangunan berada di kawasan sempadan sungai. Kedua, berada di wilayah yang memiliki potensi bencana berdasarkan peta kebencanaan.

“Untuk bangunan permanen sebenarnya tidak diperbolehkan. Ketentuannya ada dalam aturan Kementerian PUPR mengenai sempadan sungai,” katanya saat diwawancarai oleh Langgam.id, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, bahwa wilayah Nagari Sianok IV Suku terdapat berpotensi bencana berisiko tinggi, diantaranya banjir, banjir bandang, tanah Longsor, cuaca ekstrem, dan gempa bumi.

“Kalau melihat peta KRB Marapi dan peta risiko bencana BPBD Agam, kawasan itu termasuk daerah yang rawan banjir bandang. Kalau hujan terus-menerus, potensi banjir bandang tetap ada,” ujarnya.

Menurut Ade sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah seharusnya lebih dahulu memastikan kelayakan lokasi, dengan berkonsultasi kepada instansi teknis, seperti Dinas PUPR, BPBD maupun dinas yang menangani tata ruang.

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas publik seharusnya tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan masyarakat dalam jangka panjang.

“Harusnya kalau membangun lokasi usaha atau bangunan permanen harus dipastikan berada di kawasan yang aman dari ancaman bencana,” katanya.

Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0304/Agam, Letkol Inf. Dwi Santoso, mengatakan kawasan itu aman dari banjir dan longsor. Menurutnya, saat banjir yang melanda sejumlah wilayah sebelumnya, lokasi pembangunan Kopdes tidak terdampak.

“Aman. Kemarin tidak terkena banjir,” katanya.

Selain berada di lokasi yang dinilai aman, Dwi menyebut konstruksi bangunan Kopdes juga dibuat lebih tinggi sebagai langkah antisipasi banjir.

Ia mengatakan penentuan lokasi pembangunan telah melalui usulan pemerintah nagari dan Kerapatan Adat Nagari (KAN), bukan ditentukan oleh Kodim.

“Kami tidak menentukan lokasi dan tidak memaksakan harus dibangun di titik tertentu,” katanya. (fix)

Baca Juga

Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Debit Air Sungai Kawasan Lapau Munggu Sempat Kembali Naik
Debit Air Sungai Kawasan Lapau Munggu Sempat Kembali Naik
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Tingginya intensitas hujan mengakibatkan banjir bandang di Jorong III Rambah, Nagari Lansek Kodok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman,
BMKG Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir dan Longsor di Sumbar