Langgam.id – Para sopir truk di Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar), kini bernapas lega karena tidak ada lagi merasakan antrean kendaraan untuk mengisi biosolar. Kondisi ini setelah adanya penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut oleh aparat kepolisian.
Pantauan Langgam.id di SPBU Pandan, Kota Solok pada Jumat (29/5/2026) malam, terlihat antrean kendaraan mulai berkurang. Para sopir truk mengaku lebih mudah mendapatkan biosolar untuk kebutuhan operasional mereka sehari-hari.
Ayuda Putra (34), seorang sopir truk mengatakan, sebelumnya ia bisa antre mengisi biosolar hingha berjam-jam. Bahkan juga kehabisan stok.
“Sekarang sudah lebih enak. Biasanya kami bisa antre sampai berjam-jam, sekarang sudah lebih lancar,” katanya diwawancarai Langgam.id usai mengisi biosolar.
Hal senada juga disampaikan sopir truk lain, Farid (31). Ia mengaku senang karena distribusi biosolar di SPBU terasa lebih tertib dibanding beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah sekarang tidak terlalu susah lagi cari biosolar. Kami jadi bisa cepat jalan dan tidak banyak menghabiskan waktu di SPBU,” ucapnya.
Sebelumnya, kepolisian melakukan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Solok. Penertiban dilakukan untuk memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (WAN)




