Masyarakat Nagari Sintuk Dikagetkan Munculnya 5 Ekor Buaya

Cari Ikan di Sungai, Seorang Warga Agam Meninggal Diterkam Buaya, bksda

Ilustrasi kemunculan buaya. (Foto: polettix/pixabay.com)

Langgam.id – Masyarakat Korong Air Bajau Batang Tapakis, Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang dikagetkan dengan munculnya lima ekor buaya di sungai setempat.

Atas temuan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat sudah mengecek ke lokasi. Sebanyak enam anggota tim mengecek ke lokasi tersebut, Selasa (24/12/2019).

Bhabinkamtibmas Nagari Sintuk Toboh Aipda Roy Marten mengatakan, dalam kesempatan itu, tim mencari titik tempat sembunyi Buaya. “Juga mengecek kedalaman sungai dan memperkirakan jarak ia bisa bertahan hidup,” katanya, sebagaimana dilansir tribratanews di situs resmi Polri.

Sementara memantau situasi, Roy mengimbau masyarakat untuk menjauhi Sungai. “Jangan melakukan aktivitas di sekitar ditemukannya buaya tersebut. Semoga hal ini cepat teratasi sehingga tidak ada jatuh korban jiwa,” katanya. (*/SS)

Baca Juga

Bocah Terseret Ombak di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Bocah Terseret Ombak di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Demo masyarakat Kasang di Ombudsman menuntuk tindaklanjut laporan dugaan maladministrasi oleh Gubernur Sumbar dalam pemberian izin tambang adesit.
Pemkab Padang Pariaman Segera Tinjau Legalitas Tambang Andesit di Kasang
Demo masyarakat Kasang di Ombudsman menuntuk tindaklanjut laporan dugaan maladministrasi oleh Gubernur Sumbar dalam pemberian izin tambang adesit.
Warga Nagari Kasang ke Gubernur Mahyeldi: Kami Ingin Izin Tambang Andesit Dicabut
Kantor Kejati Sumbar. (Langgam.id/ Buliza Rahmat)
Kejati Sumbar Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Sikabu Padang Pariaman, Kerugian Rp 7,5 Miliar
Dinilai Masih Kurang, Pemerintah Diminta Lengkapi Infrastruktur Mitigasi Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman, Ini Penjelasan BMKG
Sejumlah warga Nagari Anduriang menyeberang sungai mengunakan rakit sederhana. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)
Warga Anduriang Padang Pariaman Menanti Jembatan Permanen, 7 Bulan Akses Bergantung Ponton