Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman, Ini Penjelasan BMKG

Dinilai Masih Kurang, Pemerintah Diminta Lengkapi Infrastruktur Mitigasi Bencana

Ilustrasi gempa.

Langgam.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kota Padang dan Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (20/6/2026) pagi. BMKG memastikan gempa yang berpusat di laut tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa bumi itu terjadi pada pukul 10.25 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki magnitudo 4,3 dengan episenter berada di koordinat 1,26 derajat Lintang Selatan dan 99,81 derajat Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Pariaman, Sumatera Barat, pada kedalaman 23 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi.

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas subduksi,” kata Suaidi Ahadi dalam keterangan resminya.

Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, gempa dirasakan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman dengan intensitas II-III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah. Kondisi itu diibaratkan seperti ada truk yang sedang melintas, sementara benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

BMKG menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut.

“Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempabumi dirasakan di Padang dan Padang Pariaman II – III MMI (Getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ujar Suaidi.

Hingga pukul 10.45 WIB, hasil pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.

“Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktifitas gempabumi susulan (aftershock),” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi. (ICA)

Baca Juga

Kirab Api Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk Tahap Final, Ini Rute di Kota Padang
Kirab Api Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk Tahap Final, Ini Rute di Kota Padang
Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Padang Pariaman Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Padang Pariaman Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Detik-Detik Menegangkan Remaja Terjebak Arus Deras Sungai di Padang
Detik-Detik Menegangkan Remaja Terjebak Arus Deras Sungai di Padang
Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Hamdi)
Pemkab Solok Usul Pembangunan 3 Sabo Dam Senilai Rp 250 Miliar Usai Arosuka Diterjang Galodo
Dokumen saat masyarakat mengikut CFD Padang. (Dok.Langgam.id)
CFD Padang Kembali Digelar Besok, Dua Pekan Terhenti Gegara Kabut Asap
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan. (Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)
Sumbar Kerap Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Peran Lereng dan Pegunungan