Jalin Silaturrahmi Budaya Antar Negara, Pemko Padang Kembali Gelar PIOMFest

Jalin Silaturrahmi Budaya Antar Negara, Pemko Padang Kembali Gelar PIOMFest

Pegelaran PIOMFest tahun 2018 di bawah jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang (Foto: Humas Kota Padang)

Langgam.id – Pertunjukkan musik etnis kontemporer yang dimeriahkan musisi dalam negeri hingga mancanegara atau yang dikenal Padang Indian Ocena Music Festival (PIOMFest) kembali digelar Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatra Barat.

Festival musik yang telah memasuki tahun ketiga itu akan dilaksanakan 25-27 Oktober 2019, dengan direncanakan akan digelar di dua lokasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaam (Disparbud) Kota Padang, Arfian menyebutkan bahwa PIOMFest merupakan salah satu agenda tahunan Pemko Padang dengan tujuan utama untuk menjalin silaturrahmi budaya antar Negara.

“Dipilihnya musik sebagai wadah, karena musik adalah bahasa yang paling universal,” ujarnya melaui rilis yang diterima Langgam.id, Jumat (20/9/2019).

Tahun ini, kata Arfian, pegelaran PIOMFest akan diikuti 5 negara. “Itu yang sudah konfirmasi. Kita tentu menginginkan even ini nantinya bervariasi dan ada peningkatan dari tahun sebelumnya,” ungkap Arfian.

Ia mengklaim, tahun ini PIOMFest akan digelar lebih meriah, dan akan dilaksanakan di dua lokasi, tidak hanya di bawah Jembatan Siti Nurbaya. “Baik itu dalam bentuk lokasi penyelenggaraan ataupun kemasan acara. Kita berharap ini betul-betul dapat menjual sektor pariwisata Kota Padang,” jelasnya.

Apalagi, menurut Arfian saat ini Kota Padang memang sedang fokus mengembangkan pariwisata dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

“Melalui PIOMFest ini, kita jadikan sebagai pengikat setiap negara IORA agar selalu mengenang Padang. Bukan hanya untuk meningkatkan kerja sama budaya dengan negara IORA, festival ini juga untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Padang,” ucapnya.

Arfian berharap, adanya PIOMFest 2019, kunjungan wisata ke Kota Padang bisa lebih meningkat. “Semoga kegiatan ini mampu menambah daya tarik Kota Padang,” katanya. (*/ZE)

Baca Juga

Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian
Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir