Langgam.id — Pemerintah Kota Padang mulai merealisasikan Program Unggulan (Progul) Padang Juara melalui pemberangkatan 60 calon penerima beasiswa kuliah ke Provinsi Guangdong, China.
Para siswa tersebut akan menempuh pendidikan tinggi jenjang sarjana dan diploma empat melalui skema kerja sama internasional yang dibiayai penuh oleh pemerintah daerah.
Pembekalan bagi para calon penerima beasiswa digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (25/5/2026), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran.
Dalam sambutannya, Fadly menyebut program tersebut menjadi langkah strategis untuk membuka akses pendidikan berstandar internasional bagi generasi muda Kota Padang.
“Selamat kepada siswa terbaik Kota Padang yang lolos seleksi dan akan menempuh pendidikan di China. Ini peluang emas sekaligus amanah,” ujar Fadly.
Ia meminta seluruh penerima beasiswa belajar dengan tekun, disiplin, serta menjaga nama baik keluarga dan Kota Padang selama menjalani pendidikan di luar negeri.
Menurut Fadly, seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa ditanggung penuh oleh Pemerintah Kota Padang sehingga para mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi dan meningkatkan kapasitas diri.
“Kami ingin anak-anak Padang memiliki daya saing global. Tidak hanya kuliah di luar negeri, tetapi juga mampu berkarya dan membawa nama baik Kota Padang di tingkat internasional,” katanya.
Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari target besar Pemko Padang untuk mengirim sedikitnya 300 mahasiswa kuliah ke luar negeri selama lima tahun kepemimpinan Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
Selain China, Pemerintah Kota Padang juga tengah menjajaki kerja sama pendidikan dengan sejumlah negara lain, seperti Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat, dan kawasan Timur Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menjelaskan, program beasiswa ke Guangdong diawali melalui expo pendidikan dan seleksi yang digelar pada 20-23 Januari 2026.
Dari sekitar 1.500 peserta expo, sebanyak 163 siswa mengikuti ujian seleksi daring yang difasilitasi lembaga pendidikan Guangdong bersama China University and College Admission System (CUCAS) Indonesia.
“Sebanyak 83 siswa dinyatakan lulus seleksi, kemudian dipilih 60 siswa terbaik untuk menerima beasiswa tahun ini,” ujar Yopi.
Ke-60 siswa tersebut nantinya akan dibagi ke empat perguruan tinggi mitra di Kota Padang, yakni Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Politeknik Negeri Padang, dan Universitas Putra Indonesia YPTK.
Para mahasiswa akan menjalani pola perkuliahan “1-2-1” atau double degree, yakni satu tahun pembelajaran dan pembekalan bahasa Mandarin di Indonesia, dua tahun kuliah di Guangdong, serta satu tahun penyelesaian studi di kampus asal di Kota Padang.
“Selama tahun pertama para mahasiswa akan menjalani pembelajaran intensif bahasa Mandarin sebanyak lima kali per minggu dengan pengajar langsung dari China,” kata Yopi.
Setelah itu, para mahasiswa akan melanjutkan studi di delapan kampus mitra di Guangdong yang telah disiapkan melalui kerja sama pendidikan internasional. (HER)






