5 Instruksi Bupati Pasaman Terkait Waspada Covid-19

Antisipasi Corona, Pemilihan Wali Nagari Serentak di Pasaman Ditunda

Bupati Kabupaten Pasaman,, Yusuf Lubis (Foto: Humas Pemkab Pasaman)

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman segera mengeluarkan instruksi, imbauan atau edaran terkait kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid-19) atau virus corona. Namun, secara lisan instruksi telah disampaikan Bupati Yusuf Lubis dalam apel pagi pada Senin (16/3/2020).

“Jangan panik. Namun, jangan sesekali menganggap enteng, jangan menganggap ringan tentang Covid-19 ini, kita harus waspada. Kita harus disiplin dalam mengatur interaksi pencegahan penularan Covid-19. Tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah,” kata Bupati Yusuf Lubis, sebagaimana dilansir situs resmi Pemkab pasaman.

Menurutnya, seluruh warga harus bekerja bersama. “Penularan ini terjadi karena interaksi dari orang ke orang. Karena itu, kita semua ambil tanggung jawab. Kita semua harus terlibat dan mencegah,” ujarnya.

Caranya, menurut bupati, semua memantau perkembangan Covid-19 di daerah dengan menjaga jarak antar warga. “Mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat-tempat berkumpul orang banyak.”

Dalam paparannya, bupati menyampaikan hal-hal berikut:

  1. Selama 14 hari ke depan jangan ada dulu pertemuan yang sifatnya berkumpul. Baik berupa senam bersama, apel gabungan. Bahkan, sementara waktu kegiatan rutin Senin Selasa kuliah tujuh menit dihentikan sementara. Selamatkan diri sendiri, selamatkan keluarga, itu artinya menyelamatkan orang banyak.
  2. Hindari tempat-tempat berpotensi wahana penularan. Misalnya kawasan yang penuh pengunjung, misalnya tempat-tempat kegiatan berdiri, duduknya saling berdekatan.
  3. Tunda semua kegiatan pengumpulan orang banyak, walaupun itu kegiatannya mulia, walaupun kegiatannya baik, dan dirasa perlu tapi jika tidak urgen maka tunda saja.
  4. Hindari sementara waktu bersentuhan fisik seperti, berjabatan tangan, lakukan interaksi secara tanpa bersentuhan.
  5. Usahakan tidak bepergian dinas luar.

Selain itu, bupati juga mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan sesering mungkin. Lalu, menghindari berjabat tangan atau bercium pipi. Kemudian, menggunakan masker bila flu atau batuk dan pastikan bila batuk atau bersin maka tutup mulut atau hidung dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan. (*/SS)

Baca Juga

BPOM Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba.
Update Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Hasil Lab Ditemukan Bakteri Bacillus Cereus
Tenggelam pantai padang, pencarian hanyut padang
Menyelam dan Tak Muncul Lagi, 2 Orang Meninggal di Kolam Getah Karet Pasaman
Rano Karno "Si Doel" Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Rano Karno “Si Doel” Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Kasus Begal di Pasaman: Emas 42 Gram Raib, Polisi Ringkus Dua Pelaku
Kasus Begal di Pasaman: Emas 42 Gram Raib, Polisi Ringkus Dua Pelaku
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar secara tegas meminta Kepolisian Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup,
Walhi Sumbar Minta Polri, Menteri LH, ESDM dan Menhut Ambil Alih Kasus Penganiayaan Nenek Saudah
Nenek 68 Tahun di Pasaman Dianiaya hingga Mata Lebam: Pelaku Disebut-Sebut Penambang Ilegal
Nenek 68 Tahun di Pasaman Dianiaya hingga Mata Lebam: Pelaku Disebut-Sebut Penambang Ilegal