1.224 Siswa SD dan SMP di Kota Pariaman Dapat Bantuan KPP

1.224 Siswa SD dan SMP di Kota Pariaman Dapat Bantuan KPP

Rapat persiapan penyaluran Kartu Pariaman Pintar oleh Pemko Pariaman dengan BNI. (Foto: dok humas)

Langgam.id – Pemerintah Kota Pariaman memberikan bantuan kepada 1.224 orang siswa tingkat SD dan SMP di daerah itu melalui program Kartu Pariaman Pintar (KPP) guna kebutuhan pendidikan siswa.

Bantuan yang diberikan melalui kartu pintar tersebut adalah senilai Rp900.000 untuk siswa SD dan Rp1.200.000 untuk siswa SMP.

Kemudian, bantuan itu juga diberikan dalam bentuk uang dengan porsi 60 persen, dan 40 persen dalam bentuk peralatan dan kebutuhan sekolah.

Mempercepat penyaluran kartu tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman Hendri, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahrga Kota Pariaman, Kanderi  dan Pimpinan Kantor Cabang Pariaman (KCP) BNI Pariaman Defitrial malakukan rapat koordinasi melalui video conference (vidcon) dengan BNI Pusat di ruang rapat Bappeda Kota Pariaman, Kamis (11/6/2020) lalu.

Hendri mengatakan Pemko Pariaman dan BNI sudah menandatangani kerjasama untuk penyaluran kartu pariaman pintar (KPP) pada Desember 2019 lalu.

“Dalam kerjasama tersebut salah satunya yakni di bidang smart city. Smart city ini di mana kemajuan teknologi yang bisa dimanfaatkan di segala bidang pelayanan, sosial serta pendidikan,” ungkapnya.

Pada vidcon tersebut membahas tentang pendidikan melalui Kartu Pariaman Pintar (KPP). Ke depannya, siswa-siswa yang ada di Kota Pariaman dari SD dan SMP akan diberi bantuan dan penyalurannya melalui BNI.

“Pihak BNI telah mengkaji bagaimana prosesnya dan bisa diterapkan di Kota Pariaman karena dananya sudah ada serta murid yang dibantupun dan aplikasinya pun juga sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, KPP juga bisa dikembangkan menjadi kartu absensi, kartu pelayanan kesehatan, kartu pelayanan perizinan, serta kebutuhan lainnya, sehingga program smart city salah satunya diwujudkan dengan kemudahan tersebut. (inf/HF)

Baca Juga

Madrasah Aliyah Al Furqan. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam,id)
6 Fakta Siswa MA Al Furqan Padang Nunggak Seragam Rp300 Ribu hingga Dikeluarkan dari Sekolah
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Kemenag Sanksi Kepsek MA Al-Furqan, Buntut Biaya Seragam 2 Siswa hingga Pindah Sekolah 
Madrasah Aliyah Al Furqan. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam,id)
Kepsek MA Al Furqan Soal Emosi Tagih Biaya Seragam Siswa: Saya Didesak Pembuat Baju
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Pengakuan Kepsek MAS Al Furqan Padang Usai Heboh Keluarkan Siswa: Cuma Bercanda, Emosi Sesaat!
Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Polemik Tunggakan Seragam Rp300 Ribu 2 Siswa di Padang: Putuskan Pindah Sekolah, Kini Dibantu Donatur 
Opini “Bersyukur Masih Nomor Dua” oleh Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatera Barat Periode 2005-2009), mengangkat isu tentang capaian pendidikan
Membunuh Ilmu atas Nama Lapangan Kerja: Negara Gagal, Prodi yang Ditutup?