Langgam.id – Kabut tipis menyelimuti kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Rabu (14/10/2026) siang. Di tengah suasana itu, tenda pengungsian yang menampung warga terdampak banjir tampak lengang.
Beberapa bapak-bapak duduk berbincang di sebuah kedai di samping posko. Pintu tenda terbuka, tetapi hampir tak ada aktivitas di dalamnya. Sejumlah papan dan kayu tersusun sebagai alas tidur di atas lantai beton.
Hawa panas langsung terasa saat memasuki tenda. Tempat yang menjadi pelindung warga ketika hujan atau malam tiba ituu, lebih banyak ditinggalkan pada siang hari.
Warga memilih kembali ke rumah masing-masing untuk bekerja dan membersihkan sisa banjir. Menjelang sore, mereka mulai mempertimbangkan kembali ke tenda, terutama jika cuaca mendung.
Seorang warga Alamsir (55), mengatakan tenda biasanya kosong pada siang hari karena warga beraktivitas di rumah.
“Siang hari tenda kosong. Mereka kembali ke rumah masing-masing untuk bekerja atau membersihkan rumah,” katanya.
Alamsir mengatakan, mereka masih mengungsi sambil menunggu penanganan dan pembuatan bendungan di aliran sungai rampung.
“Kami kembali ke rumah masing-masing setelah pembangunan bendungan sungai selesai. Kalau tidak, banjir kembali terjang rumah kami,” katanya.
Di tengah upaya memulihkan rumah, dan menunggu pembuatan bendungan, warga juga mulai menata kembali aktivitas sehari-hari. Kini, dapur umum tersedia sekitar 200 meter dari tenda pengungsian. Warga dapat memasak bersama.
Bagi Arnita (51), banjir meninggalkan pekerjaan yang tak sedikit. Selama tiga hari, ia membersihkan pasir dan lumpur yang masuk ke rumahnya. Pekerjaan itu baru selesai pada Rabu.
“Kalau cuaca cerah, kami tidur di rumah. Kalau hujan atau sudah gelap, kami tidur di tenda,” kata Arnita.
Mereka menghabiskan waktu dengan beristirahat dan berbincang bersama warga lainnya.
“Muat atau tidaknya kita muatkan, di dalam tenda perepuam dan anak semuanya. Kalau bapak di rumah kadang di kedai samping tenda tidur,” katanya.
Namun, tenda bukan tempat yang nyaman untuk beraktivitas sepanjang hari. Suhu di dalamnya terasa panas sehingga warga lebih memilih berada di rumah pada siang hari.
“Kalau siang, di dalam tenda panas. Biarlah istirahat di rumah siang. Dan malam ke tenda,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan
“Ada sekitar 110 warga yang mengungsi ke posko. Apabila cuaca cerah ada sebagian warga yang tidur di rumah,” katanya. (HER)






