Wali Kota Sebut Pembangunan Pasa Ateh Bukittinggi Sudah Rampung 100 Persen

Pasa Ateh Bukittinggi

Pemko Bukittinggi meninjau progres pembangunan Pasa Ateh (Foto: Humas Pemko Bukittinggi)

Langgam.id – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyebutkan pembangunan Pasa Ateh Bukittinggi sudah rampung 100 persen, hal itu disampaikan saat meninjau pembangunan pasar yang terbakar 2017 lalu tersebut.

Menurut Ramlan, rampungnya pembangunan Pasa Ateh, merupakan kabar gembira bagi masyarakat, karena dinilai akan dapat mengembalikan geliat perekonomian di Bukittinggi.

“Pekerjaan yang cukup dinanti, kini sudah rampung 100 persen,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Selasa (31/12/2019).

Ramlan mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan tersebut. “Alhamdulillah, kita akan segera laksanakan PHO dengan balai. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat, khususnya pedagang dan ini akan mengembalikan geliat perekonomian di kota yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Terkait pengoprasionalan Pasa Ateh, menurut Ramlan bahwa Pemko Bukittinggi akan segera komunikasikan dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR. “Itu untuk serah terima asset dari pemerintah pusat ke Pemerintah Kota Bukittinggi,” jealsnya.

Tidak hanya itu, menurut Ramlan, selain pembangunan Pasa Ateh, pembangunan Rusunawa di mantan Ibu Kota Indonesia itu, progresnya juga sudah mencapai 90 persen.

Diketahui sebelumnya, terkait pembangunna kembali Pasa Ateh, sejumlah pedagang menuai protes, karena kebijakan Pemko Bukittinggi pasca-kebakaran yang menghanguskan 1.190 unit toko dan lapak PKL itu dinilai merugikan pedagang.

Sejumlah pedagang itu keberatan jika harus menyewa murni di Pasa Ateh, karena selama ini, kepemilikan toko ditandai dengan kartu kuning, yang artinya toko bisa dialihtangankan dan juga bisa dijadikan anggunan bank. (*/ZE)

Baca Juga

melakukan rotasi besar-besaran untuk jabatan kapolres di Sumatra Barat
Universitas Fort De Kock Polisikan Wali Kota Bukittinggi
GMNI Se-Sumbar Desak Usut Dugaan Kekerasan Satpol PP di Kampus Fort De Kock
GMNI Se-Sumbar Desak Usut Dugaan Kekerasan Satpol PP di Kampus Fort De Kock
Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Sengketa Lahan Kampus Fort De Kock, Kuasa Hukum: Pemko Harusnya Tempuh PK Bukan Kekerasan
Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Korban Singgung Pelanggaran HAM
Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Korban Singgung Pelanggaran HAM
Polemik Penolakan Trase Tol Sicincin-Bukittinggi di Kubang Putiah Agam, Satu Jorong Terancam Hilang dari Peta!
Polemik Penolakan Trase Tol Sicincin-Bukittinggi di Kubang Putiah Agam, Satu Jorong Terancam Hilang dari Peta!
Wagub Vasko Dorong Sumbar Jadi Daerah Istimewa, Angkat Peran Bukittinggi dan PDRI dalam Sejarah RI
Wagub Vasko Dorong Sumbar Jadi Daerah Istimewa, Angkat Peran Bukittinggi dan PDRI dalam Sejarah RI