Langgam.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) mendatangkan mahout berpengalaman dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Pekanbaru, Balai Besar KSDA Riau, untuk mengobservasi perilaku gajah Zidan dan Lia di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi.
Observasi dilakukan selama tiga hari untuk mengenali karakter serta respons kedua gajah, terutama Zidan yang sebelumnya diinformasikan mengalami perubahan perilaku dan cenderung sulit ditangani.
Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau untuk mendatangkan mahout berpengalaman guna membantu penanganan Zidan dan Lia.
Hasil observasi menunjukkan Zidan masih dapat diarahkan oleh mahout. Salah satunya terlihat saat proses pergantian rantai terhadap Zidan yang dapat dilakukan tanpa kendala berarti.
“Setelah diobservasi, ternyata Zidan tidak seperti informasi yang beredar, yang cenderung nakal dan sebagainya. Zidan masih bisa menurut,” kata Hartono kepada Langgam.id, Sabtu (19/9/2026).
Selain proses pergantian rantai, Zidan juga kembali dapat berinteraksi dengan Lia. Interaksi kedua gajah tersebut terlihat dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi BKSDA Sumatera Barat.
Hartono mengatakan observasi tersebut menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan lanjutan terhadap Zidan.
“BKSDA Sumbar berencana mengevakuasi Zidan untuk mendapatkan perhatian dan perawatan yang lebih optimal,” ujarnya.
Untuk rencana evakuasi, terdapat dua opsi lokasi yang disiapkan, yakni fasilitas di bawah BKSDA Sumatera Utara dan BKSDA Riau.
“Namun lokasi pemindahan Zidan dan Lia belum ditetapkan. Menunggu hasil observasi yang sedang dilakukan,” ungkap Hartono.
Hartono berharap kehadiran mahout dari PLG Pekanbaru dapat membantu mahout yang selama ini menangani Zidan dan Lia di Bukittinggi dalam memahami karakter serta perilaku kedua gajah tersebut.
“Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan perilaku Zidan dan memastikan penanganannya dapat dilakukan secara tepat, termasuk terkait penggunaan rantai yang selama ini membatasi pergerakannya,” ungkapnya. (ICA)






