Tutup Jam Gadang, Bukittinggi Tetap Buka Tempat Wisata Lain Saat Lebaran

Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi telah menyiapkan 14 titik parkir resmi selama libur Idul Fitri 1445 Hijriyah atau 2024. Belasan titik

Kawasan Jam Gadang merupakan salah satu tempat yang akan dikunjungi masyarakat saat menikmati libur lebaran di Kota Bukittinggi. (Foto: Dok.Istimewa)

Langgam.id – Pemko Bukittinggi memutuskan akan tetap membuka lokasi wisata saat libur lebaran nanti. Meski begitu, penutupan akan dilakukan di kawasan Jam Gadang.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, Kamis (29/4/2021). Dia menyebut ada beberapa strategi yang akan dijalankan untuk menyikapi lonjakan Covid-19 dan masa libur lebaran.

“Untuk objek wisata tetap dibuka tapi dilakukan dengan pola pembatasan jumlah pengunjung didalam objek wisata dimana para petugas harus melakukan pengawasan yang ketat,” kata Erman.

“Untuk areal jam gadang akan ditutup dengan dibuat pintu keluar dan pintu masuk agar pengunjung bisa terkontrol,” imbuhnya.

Erman juga meminta aparat lebih tegas memberikan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. Dia meminta petugas tak hanya memberikan teguran tanpa adanya sanksi nyata terhadap para pelanggar.

“Dalam melakukan pengawasan, teguran dan push up, tidak seperti itu lagi. Kita awasi lalu kedapatan melanggar protokol kesehatan kita tindak langsung, kita angkut lalu diperiksa, bayar denda, beli masker lalu boleh pulang, kurungan juga disiapkan untuk yang melanggar,” kata dia. (*ABW)

Baca Juga

Pembongkaran Kios di Kebun Binatang, Pedagang Laporkan ASN TMSBK ke Polda Sumbar
Pembongkaran Kios di Kebun Binatang, Pedagang Laporkan ASN TMSBK ke Polda Sumbar
Rencana penataan ulang halaman pintu masuk kebun binatang. IST
Penjelasan Pemko Bukittinggi Soal Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang Usai Polemik dari Pedagang
Pemko Bukittinggi merelokasi pedanga di depan pintu masuk kebun binatang ke area Pasar Atas.
Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang, Pemko Bukittinggi Relokasi Pedagang ke Pasar Atas
Kalandra Muhammad Azis, bocah berusia 4 tahun 8 bulan dari Bukittinggi menderita leukemia langka. (Dok. Istimewa)
Bocah 4 Tahun Asal Bukittinggi Berjuang Lawan Leukemia Langka, Butuh Bantuan Operasi ke Luar Negeri
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias membuka rapat kerja Pra Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I Apeksi
Yayasan Ford de Kock Laporkan Walikota Bukittinggi ke KPK
Mapolda Sumbar
Universitas Fort De Kock Polisikan Wali Kota Bukittinggi