Triwulan I 2026: Kredit UMKM di Sumbar Capai Rp30,87 Triliun

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.

Ilustrasi. (Foto: stevepb/pixabay.com)

Langgam.id — Penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat pada triwulan I 2026 mencapai Rp30,87 triliun. Nilai tersebut setara 40,89 persen dari total kredit perbankan di daerah itu yang tercatat sebesar Rp75,50 triliun.

Data tersebut disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat dalam laporan perkembangan sektor jasa keuangan per Maret 2026.

Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra, mengatakan sektor jasa keuangan di Sumbar masih menunjukkan pertumbuhan positif dan menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi daerah.

“Pertumbuhan sektor jasa keuangan tetap solid dan mendukung aktivitas ekonomi daerah, sejalan dengan pertumbuhan PDRB Sumatera Barat triwulan I 2026 sebesar 5,02 persen secara year on year,” kata Roni dalam siaran pers, Jumat (22/5/2026).

Meski penyaluran kredit UMKM masih mendominasi porsi pembiayaan perbankan di Sumbar, secara tahunan nilainya mengalami kontraksi sebesar 2,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara umum, industri perbankan di Sumbar masih mencatat pertumbuhan. Total aset perbankan hingga Maret 2026 mencapai Rp86,74 triliun atau tumbuh 3,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp62,92 triliun atau tumbuh 9,24 persen secara tahunan.

Di sisi risiko kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di angka 2,78 persen. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi Maret 2025 yang berada di level 2,51 persen.

Selain perbankan konvensional, sektor perbankan syariah di Sumbar juga tumbuh cukup kuat. Hingga Maret 2026, total aset perbankan syariah mencapai Rp14,84 triliun atau meningkat 13,30 persen secara tahunan.

Total pembiayaan yang disalurkan bank syariah tercatat sebesar Rp12,71 triliun atau tumbuh 14,68 persen. Adapun rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) berada di level 1,75 persen.

OJK juga mencatat kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, masih tumbuh positif. Total aset BPR mencapai Rp2,93 triliun dengan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp2,26 triliun. Sebanyak 70,99 persen dari total pembiayaan BPR disalurkan kepada sektor UMKM.

Menurut OJK, pertumbuhan kredit UMKM tetap menjadi indikator penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah upaya memperkuat sektor riil dan meningkatkan daya tahan ekonomi daerah. (HER)

Tag:

Baca Juga

Dampak Covid-19 sumbar
Kredit Macet Perbankan Sumbar Naik Jadi 2,78 Persen, OJK: Risiko Masih Terkendali
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.
Sampai Maret 2026, Perbankan Sumbar Salurkan Kredit Rp75,5 Triliun
OJK: Sektor Jasa Keuangan Sumbar Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026
OJK: Sektor Jasa Keuangan Sumbar Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026
Reformasi Pasar Modal Diakui MSCI, OJK Optimistis Akses Investasi Global Meningkat
Reformasi Pasar Modal Diakui MSCI, OJK Optimistis Akses Investasi Global Meningkat
Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025
Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025
Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun
Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun