Langgam.id – Salah satu biro perjalanan umrah yang memberangkatkan jemaah melalui penerbangan charter dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), memberikan klarifikasi terkait adanya kursi yang tidak terisi dalam penerbangan pada Rabu (30/9/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan Arabia Tour & Travel. Pihak travel memastikan seluruh jemaah yang terdaftar melalui mereka tetap berangkat sesuai jadwal.
Manager Marketing Arabia Tour & Travel Hendri mengatakan, jemaah yang diberangkatkan pihaknya mengikuti penerbangan charter pada 30 September 2026.
“Jemaah kami berangkat penuh dan pelepasan mereka bahkan disaksikan langsung oleh Kakanwil Kemenhaj saat di bandara,” ujar Hendri, Kamis (1/10/2026).
Menurut Hendri, penerbangan tersebut menggunakan sistem charter. Karena itu, adanya kursi yang tidak terisi tidak serta-merta berarti terdapat jemaah yang membatalkan keberangkatan atau ditelantarkan.
“Penerbangan ini menggunakan sistem charter. Ketika ada seat yang kosong, itu berarti tiketnya tidak terjual, bukan berarti ada jemaah yang membatalkan keberangkatan atau ditelantarkan,” katanya.
Ia menjelaskan, konsekuensi atas kursi penerbangan yang tidak terjual menjadi tanggung jawab pihak yang mencarter pesawat.
“Kerugian atas kursi yang tidak terjual itu berada pada pihak pencarter pesawat,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar M Rifki, melakukan inspeksi di BIM saat penerbangan charter umrah tersebut berlangsung.
Dari hasil pengecekan di area keberangkatan, Kemenhaj menemukan tidak seluruh alokasi kursi penerbangan terisi. Kondisi itu disebut perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab tidak terisinya kursi dalam penerbangan tersebut.
Hendri juga menyayangkan penggunaan foto jemaah dan tim Arabia Tour & Travel dalam pemberitaan mengenai persoalan tersebut.
Kata dia, penggunaan foto tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa jemaah Arabia Tour & Travel tidak berangkat.
“Kami meminta foto jemaah dan tim kami tidak digunakan dalam pemberitaan tersebut. Foto itu bisa menimbulkan kesan seolah-olah jemaah Arabia tidak berangkat,” katanya. (WAN)






